Kompas.com - 06/08/2013, 13:19 WIB
Ilustrasi: Sampah menumpuk di tengah Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2013). Sampah ini menumpuk karena truk sampah tidak datang tepat waktu akibat terjebak kemacetan di Bantar Gebang, Bekasi. KOMPAS.com/SONYA SUSWANTIIlustrasi: Sampah menumpuk di tengah Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2013). Sampah ini menumpuk karena truk sampah tidak datang tepat waktu akibat terjebak kemacetan di Bantar Gebang, Bekasi.
EditorLaksono Hari Wiwoho

TANGERANG, KOMPAS.com — Tumpukan sampah dari pedagang di Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (6/8/2013), menghambat laju kendaraan pemudik yang akan mengarah ke Serang.

Sampah yang sebagian besar berupa sisa sayur-mayur di Pasar Cikupa itu diletakkan di bahu jalan hingga menggunung. Akibatnya, Jalan Raya Serang dari Tangerang menuju Serang tertutup timbunan sampah pedagang.

Jalan yang memiliki dua jalur tersebut hanya bisa dilalui dua lajur. Kendaraan pun harus mengantre sehingga menyebabkan kemacetan. "Di sini tidak ada bak sampah. Pedagang memang sudah terbiasa membuang di jalan dan nantinya ada petugas yang mengangkut," kata Muslim, pedagang sayuran di Pasar Cikupa.

Ia mengakui, timbunan sampah tersebut menghambat laju kendaraan. Namun, karena sudah terbiasa, maka hal itu dinilainya bukan sebagai masalah. Di lokasi itu juga terdapat pasar tumpah yang penjualnya sering menggunakan jalan untuk menggelar dagangannya.

Timbunan sampah di Pasar Cikupa biasanya terjadi pada pagi dan malam hari seusai kegiatan jual-beli. Hal tersebut bersamaan dengan waktu pemudik melintas, terutama yang bersepeda motor. "Harapan kami adalah agar timbunan sampah dapat diatasi karena, selain menghambat, hal tersebut pun merusak pemandangan," kata Yusuf, salah satu pemudik sepeda motor yang melintas di jalan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Polres Kota Tangerang Komisaris Besar Irfing Jaya menuturkan, ada tiga lokasi pasar tumpah yang patut diwaspadai pemudik. Ketiga titik tersebut terdapat di Jalan Raya Cikupa atau Pasar Cikupa, Pasar Balaraja, dan Pasar Jayanti yang mendekati perbatasan Kabupaten Serang. Polisi bersama personel dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Satpol PP dengan jumlah total 340 personel akan ditempatkan di titik pasar tumpah dan titik kemacetan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Megapolitan
Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Megapolitan
Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Megapolitan
Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Megapolitan
Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Megapolitan
Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Megapolitan
Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Megapolitan
Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.