Tak Ada Loket untuk Lansia dan Ibu Hamil, PT KAI Dikritik

Kompas.com - 06/08/2013, 13:50 WIB
Kepadatan penumpang di loket penjualan tiket di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2013) Alsadad RudiKepadatan penumpang di loket penjualan tiket di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2013)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Untung Rustadi (65), anggota komunitas "Sahabat Kereta", mengkritik PT KAI yang tidak menyediakan loket khusus untuk kaum difabel, lansia, dan ibu hamil di stasiun-stasiun yang melayani mudik Lebaran, seperti di Stasiun Senen dan Stasiun Gambir.

Menurutnya, PT KAI sudah ingkar janji karena beberapa bulan lalu, tepatnya pada Desember 2012, dia sudah menyampaikan hal tersebut kepada jajaran PT KAI dalam acara di Garut, Jawa Barat.

"Akhir Desember ada gathering Sahabat Kereta di Garut, petinggi yang datang Kahumas sama Direktur Komersial. Saya sudah menyampaikan masukan dan akan diperhatikan," ucapnya saat ditemui di Stasiun Senen, Selasa (6/8/2013).

Kedatangannya hari ini di Stasiun Senen, kata Untung, untuk melihat situasi stasiun. Dia mengaku sangat kecewa dengan kondisi stasiun yang padat tanpa adanya loket khusus.

"Sudah saya sampaikan bulan Desember, sudah delapan bulan sampai sekarang belum terealisasi," keluh pensiunan BPP Teknologi ini.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada Senin siang di Stasiun Senen, dari 20 loket yang ada, tidak ada satu pun loket khusus untuk kaum difabel, lansia, dan ibu hamil. Padahal, situasi di loket-loket stasiun sangat padat oleh penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Megapolitan
Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Megapolitan
Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X