Kompas.com - 06/08/2013, 22:35 WIB
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin saat melakukan inspeksi di Lapas Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8/2013). KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUSMenteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin saat melakukan inspeksi di Lapas Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8/2013).
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea, mengaku tak mengetahui apa pun berkaitan dengan belasan kemasan berisi bubuk putih yang diduga bahan pembuat sabu di bengkel kerja narapidana bekas tempatnya bekerja itu.

Bubuk putih tersebut ditemukan tim gabungan Kementerian Hukum dan HAM bersama Direktorat IV Tindak Narkoba Mabes Polri dalam inspeksi mendadak, Selasa (6/8/2013). Sejauh ini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas bubuk putih tersebut.

Menurut Thurman, ketika masih menjadi Kalapas Cipinang, pihaknya konsisten melakukan sidak, tetapi tak pernah menemukan apa pun yang berkaitan dengan produksi narkotika. Meski begitu, ia mengakui bahwa bengkel napi tak pernah diperiksa.

"Kita enggak tahu, kita razia terus di setiap blok. (Bengkel napi) enggak pernah disidak. Kan sudah ada pegawainya di situ. Lucunya baru sekarang (disidak). Kenapa tidak (disidak) dari dulu," kata Thurman, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2013).

Thurman menjelaskan, napi melakukan berbagai kegiatan di bengkel, antara lain melukis, memangkas rambut, dan laundry.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigadir Jenderal Arman Depari mengatakan bahwa penemuan bubuk putih tersebut merupakan hasil pengembangan dari tiga kasus narkoba yang pernah ditangani pihaknya pada kurun waktu Juli 2013. Berdasarkan penelusuran, narkoba tersebut berasal dari Lapas Narkotika Cipinang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.