Kompas.com - 07/08/2013, 08:58 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

Para perupa ruang publik yang terlibat Parade Mural Kampung Babakan pada Mei lalu merupakan sukarelawan Jakarta Art Movement, sebuah gerakan seni aktivisme yang menggagas Kampoong Art Attack. AgenKultur sendiri merupakan satu dari banyak organisasi, kelompok, ataupun individu yang menjalankan serbuan seni ke kampung-kampung di Jabodetabek itu.

”Sejak Februari lalu kami ikut mengonsep Kampoong Art Attack yang digagas JAM di sejumlah kampung di Jakarta, termasuk di Kampung Tanah Tinggi dan Kampung Rawa di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, dan Kampung Babakan. Kami terlibat dalam aktivitas Kampoong Art Attack di kampung lain, mereka juga datang ke Babakan,” kata Pei.

Berbeda dengan Toussaint dan Spag yang serba kebetulan, Ketua JAM Bambang Asrini Widjanarko menyebutkan Kampoong Art Attack memiliki sejumlah kriteria untuk memilih kampung yang bakal ”diserbu seni”. Sepanjang 2013, Kampoong Art Attack telah ”menyerbu” Johar Baru, Curug, dan Kampung Bali Mester di Jatinegara.

”Semua kampung itu memiliki permasalahan sosial yang coba kami dekati dengan aktivitas seni. Di Johar Baru, warganya terus terlibat tawuran antarkampung, dengan rantai kekerasan yang panjang dan terwariskan selama tiga generasi. Di Kampung Bali Mester, melukis dihadirkan sebagai terapi bagi orang dengan skizofrenia, sebagian dari kampanye menghentikan diskriminasi dan stigmatisasi terhadap orang dengan skizofrenia,” kata Bambang.

Apakah seni menyerbu kampung untuk menawarkan solusi? Baik JAM maupun Toussaint menjawab tidak. Seni bukan solusi bagi tawuran di Johar Baru, ketimpangan akses pendidikan di Babakan, ataupun banjir di Bayur.

”Sayalah yang sebenarnya belajar dari warga dan warga Kampung Bayur mengajari banyak hal,” ujar Toussaint. ”Kalau apa yang saya kerjakan menginspirasi warga untuk mengekspresikan gagasan mereka dengan mural, itu sangat baik,” kata Toussaint. ()

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.