Kompas.com - 09/08/2013, 10:44 WIB
Penumpang KM Farina Nusantara tujuan Pontianak menunggu kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/8/2013). Diperkirakan puncak arus mudik baik menggunakan angkutan darat, udara dan laut akan terjadi pada 3-4 Agustus 2013. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPenumpang KM Farina Nusantara tujuan Pontianak menunggu kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/8/2013). Diperkirakan puncak arus mudik baik menggunakan angkutan darat, udara dan laut akan terjadi pada 3-4 Agustus 2013.
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Labor Institute Indonesia atau Institut Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan memprediksi satu juta pencari kerja akan masuk ke DKI Jakarta pasca-Lebaran tahun ini. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja tanpa keahlian (unskilled workers).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para pekerja ini datang bersama para pekerja yang pulang mudik dan kembali ke Jakarta. Diprediksi, sekitar 1 juta pekerja formal di sejumlah kawasan industri di DKI Jakarta yang mudik akan membawa sanak keluarga atau teman-temannya dari kampung halaman bersama dengan mereka pada saat arus balik.

"Para pekerja baru tersebut masuk ke Jakarta dikarenakan lapangan pekerjaan di daerah asal mereka berkurang atau sudah tidak ada lagi dikarenakan lahan banyak digunakan untuk pembukaan daerah pertambangan baru dan sarana perumahan, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, Jakarta masih dianggap sebagai 'modernisasi' dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka," ungkap Koordinator Kampanye Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, seperti dilansir Tribunnews.

Apabila tidak dicegah, fenomena tersebut diperkirakan akan membuat masalah sosial, seperti menjamurnya tenaga kerja informal, pedagang kaki lima, dan peningkatan angka kriminalitas, serta pembukaan permukiman ilegal baru makin besar. Akibat selanjutnya, kondisi tata kota dan tata sosial di Jakarta makin parah.

"Kedatangan jutaan pekerja baru akan mengancam program kerja dari Jokowi-Ahok yang saat ini sedang menata sistem administrasi kependudukan dan penataan wilayah di DKI Jakarta," tambah Andy.

Oleh karena itu, Labor Institute Indonesia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan operasi kependudukan pasca-Lebaran secara serentak. Pemprov juga diminta melakukan pengawasan di setiap terminal atau pintu masuk Provinsi DKI Jakarta ketika arus balik berlangsung.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.