Diduga, Pelaku Penembakan Halte Bus Transjakarta Pakai Fortuner

Kompas.com - 09/08/2013, 12:13 WIB
Kaca halte yang retak dan pecah akibat tertembus peluru di Halte Bus TranJakarta, Pancoran, Jakarta, Minggu (12/5/2013). Penembakan halte busway yang terus terjadi hingga saat ini belum diketahui pelakunya.
KOMPAS/LASTI KURNIAKaca halte yang retak dan pecah akibat tertembus peluru di Halte Bus TranJakarta, Pancoran, Jakarta, Minggu (12/5/2013). Penembakan halte busway yang terus terjadi hingga saat ini belum diketahui pelakunya.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Penembakan halte bus transjakarta Cawang Cikoko, Jakarta Selatan, dan Cawang Ciliwung, Jakarta Timur, pada Jumat (9/8/2013) dini hari diduga dilakukan oleh pelaku dari dalam sebuah minibus yang melintas di dekat halte tersebut. Saksi mata, seorang petugas sekuriti halte bus transjakarta berinisial MR (27), mengaku sempat melihat sekilas sebuah kendaraan seperti minibus mirip Fortuner berwarna hitam melintas melewati lokasi.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, MR mendengar satu letupan seperti bunyi tembakan terjadi sebelum kaca di halte tersebut kemudian hancur.

"Saat saksi sedang duduk jaga di dalam halte terdengar letusan seperti suara senjata (sebanyak) satu kali," kata Rikwanto melalui pesan singkatnya, Jumat pagi.

MR yang mendengar bunyi letusan tersebut secara refleks melihat kondisi kaca halte bus transjakarta yang sudah dalam keadaan pecah dan retak. Pada saat itulah, MR mengaku sekilas melihat kendaraan seperti minibus melintas.

"Kendaraan yang terakhir melintas sekilas mirip minibus. Setelah (saksi) ditanya, lebih spesifik mirip Fortuner warna hitam (dan) berada di jalur cepat mengarah Cawang," ujar Rikwanto.

Kasus penembakan setelah perayaan Lebaran mengingatkan kejadian serupa pada beberapa halte bus transjakarta yang juga terjadi pada waktu sebelumnya, seperti Halte Transjakarta Slamet Riyadi, Halte Transjakarta Matraman, Halte Transjakarta Jatinegara, dan Halte Transjakarta Raden Inten. Polisi masih menyelidiki kasus penembakan yang sama kali ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dengan mengumpulkan saksi dan barang bukti dari lokasi kejadian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Megapolitan
Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Megapolitan
Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Megapolitan
Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Megapolitan
Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Megapolitan
Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Megapolitan
Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Megapolitan
Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X