Kompas.com - 10/08/2013, 13:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga dari empat pelaku perampokan bersenjata api yang menyasar toko sembako di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/8/2013) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB, tewas diterjang timah panas petugas kepolisian.

Mereka dilumpuhkan petugas setelah berusaha kabur ke arah pintu delta lima Mabes TNI, Jakarta Timur.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Ciracas, Ajun Komisaris Jupriono mengatakan pelaku melakukan aksi perampokan di toko milik BM (50) dan mencuri ratusan slot rokok senilai Rp 10 juta rupiah.

Namun setelah melakukan aksi, pemilik yang mengetahui kejadian meneriaki pelaku dan diketahui warga sekitar.

"Pelaku dikejar warga sampai pintu Mabes TNI delta lima kemudian pelaku panik dan menabrak gapura," kata Jupriono, saat dihubungi Kompas.com.

Panik setelah menabrak gapura, lanjut Jupriono, tiga pelaku yakni Hariydi (37), Agus Tri Santo (35), Andi Wijaya (34), dan satu pelaku berinisial G lalu keluar dari mobil Suzuki Carry yang dibawa dan salah satunya menodongkan pistol ke arah warga.

Pelaku yang membawa pistol juga sempat mengeluarkan tembakan menakut-nakuti warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Warga kemudian mundur, lalu ada petugas kepolisian yang datang menembak ke arah pelaku," ujar Jupriono.  

Salah satu diketahui bernama Hariyadi mengalami luka tembak paha kanan kiri dan punggung kiri, sedangkan pelaku Andi Wijaya mengalami luka tembak pada pinggul kanan dan punggung kiri. 

Dua pelaku yang tertembak tersebut tewas dalam perjalanan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara satu pelaku yakni G, berhasil kabur. 

Petugas kemudian membawa Agus yang berhasil ditangkap hidup-hidup untuk mengembangkan kasus. Namun, dalam perjalanan di Jalan Cibubur, Agus melawan petugas dengan berusaha melarikan diri.

"Ketiganya akhirnya tewas ditembak. Satu pelaku G masih dalam penyelidikan," ujar Jupriono.

Adapun barang bukti yang berhasil di sita petugas yakni sebilah golok, sebuah linggis, sebuah gunting besi, dua pelat nomor kendaraan yakni B 2488 QH dan B 1651 SOA, dua buah gembok, satu unit mobil Suzuki Carry warna hitam B 2488 QH dalam keadaan rusak parah akibat dirusak massa, tiga bal rokok, dan 111 slop rokok berbagai merek senilai kurang lebih Rp 10 juta.

Tiga jenazah pelaku telah dibawa ke RS Polri sementara petugas masih mengembangkan kasus guna penangkap satu pelaku yang kabur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap Berlaku di Margonda, Kemacetan Terjadi Mulai dari ITC Depok

Ganjil Genap Berlaku di Margonda, Kemacetan Terjadi Mulai dari ITC Depok

Megapolitan
Hendak Kirim 254 Kilogram Ganja ke Jawa, 5 Orang Ditangkap di Trans Sumatera

Hendak Kirim 254 Kilogram Ganja ke Jawa, 5 Orang Ditangkap di Trans Sumatera

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Kembali Diberlakukan Hari Ini

Ganjil Genap di Margonda Kembali Diberlakukan Hari Ini

Megapolitan
Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Ketakutan Penumpang Setelah Rentetan Kecelakaan Menimpa Transjakarta

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Megapolitan
Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Megapolitan
Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.