Selama Tempat Baru Belum Jelas, Tukang Jagal Blok G Tak Akan Pindah

Kompas.com - 10/08/2013, 17:01 WIB
Salah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dipotong, pengguna jasa membayar sebesar Rp 8.000. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISalah satu ruangan di rumah pemotongan hewan (RPH) Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (19/7/2013). Untuk satu ekor kambing yang dipotong, pengguna jasa membayar sebesar Rp 8.000.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com —
Tukang jagal di Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, siap menghadapi penertiban yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (11/8/2013). Mereka mengaku siap pindah. Namun, selama tempat baru belum jelas, mereka memilih tetap bertahan di tempat yang lama.

Hal ini diungkapkan Koordinator Rumah Jagal Blok G, Ali Djawas. Sayangnya, menurut Ali, sampai detik ini pihaknya belum memperoleh kepastian relokasi sementara untuk usaha jagal.

"Sementara belum dibangun, saya masih di tempat lama," katanya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/8/2013).

Sebelumnya, dua hari sebelum Lebaran, Ali mengaku telah meminta Camat Tanah Abang Hidayatullah untuk dapat melobi Wali Kota Jakarta Pusat agar memperbolehkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia sebagai tempat relokasi usaha jagal. Lahan tersebut merupakan lahan bekas bongkaran yang kini digunakan sebagai lapangan parkir truk.

Ali mengatakan, Hidayatullah telah menyampaikan bahwa lahan milik PT KAI tidak bisa dipergunakan. Pasalnya, di lahan itu akan didirikan stasiun berkelas internasional. Oleh karena itu, kecil kemungkinan permintaan Ali akan dipenuhi.

"(Jadi) kita berjaga-jaga (di sini), sampai lokasi yang diminta itu diberikan. Kalau belum diberikan, kita tetap di situ (Blok G)," ungkap Ali.

Ali berharap, kepastian segera diberikan. Pasalnya, menurut Ali, aktivitas pasar akan kembali normal 10 hari pasca-Lebaran. Namun, sebagaimana pusat niaga Tanah Abang dan kantor ekspedisi yang akan kembali ramai pada Senin (19/8/2013), Ali juga memperkirakan rumah jagal juga mulai kebanjiran order pada hari yang sama.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Senin (5/8/2013), Saefullah, Hidayatullah, Ali, dan juga tokoh Tanah Abang, Muhammad Yusuf Muhi (Bang Ucu), bermusyawarah soal relokasi rumah jagal. Dari itu disepakati bahwa rumah jagal tetap berada di Tanah Abang untuk sementara waktu. Keputusan lain adalah Saefullah menyerahkan kepada Ali untuk mencari sendiri lokasi sementara yang sesuai dengan kebutuhan para tukang jagal. Ali mengajukan tiga lokasi, yakni lahan milik PT KAI, lahan di Jalan Sabeni, serta lahan belakang Museum Tekstil.

Permintaan terhadap lahan milik PT KAI ditolak. Sementara itu, dari pantauan Kompas.com hingga siang ini, sekitar lima tukang jagal masih duduk-duduk menjaga kantor rumah jagal Blok G. Salah seorang di antaranya mengaku belum bersih-bersih peralatan dan perlengkapan jagal.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

Megapolitan
Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Megapolitan
13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Megapolitan
Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Megapolitan
RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

Megapolitan
Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Megapolitan
Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Megapolitan
Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Megapolitan
Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Megapolitan
Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Megapolitan
Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Megapolitan
OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X