Selama Masa Mudik, Terminal Kalideres Bebas Copet

Kompas.com - 11/08/2013, 17:54 WIB
Suasana arus balik di H 3 Lebaran 1434 Hijriah tampak sepi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2013). Kepala Terminal Kalideres Hengki Sitorus memprediksi puncak arus balik terjadi setelah 17 Agustus 2013 mendatang. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSuasana arus balik di H 3 Lebaran 1434 Hijriah tampak sepi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2013). Kepala Terminal Kalideres Hengki Sitorus memprediksi puncak arus balik terjadi setelah 17 Agustus 2013 mendatang.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Kalideres Hengki Sitorus mengatakan, tak ada laporan terjadinya pencopetan atau pembiusan di dalam area terminal tersebut, terhitung sejak H-7 hingga H+3 Lebaran 2013. Menurutnya, hal itu tak lepas dari pengamanan terminal yang melibatkan Brimob.

"Hebatnya, tahun ini enggak ada atau belum ada pembiusan dan pencopetan. Mereka, para pencopetnya pada takut begitu melihat barisan Brimob menjaga di sini. Hahaha," kata Hengki, di Jakarta, Minggu (11/8/2013).

"Banyak kejadian seperti itu. Kecopetannya di luar, mengadunya ke posko di dalam terminal sambil nangis-nangis," kata Hengki.

Seorang pemudik, Teten Purnamasari (28), mengakui bahwa atmosfer Terminal Kalideres sudah meningkat dalam hal keamanan, tetapi ia masih punya keluhan soal perilaku pelaku angkutan umum, misalnya memaksa penumpang naik bus tertentu.

"Ya, memang kenyamanannya sudah bagus sih. Enggak ada pencopetan dan pembiusan. Tapi, penumpangnya masih suka dilempar-lempar ke bus yang lain lah dan suka dipepet dipaksa buat masuk ke bus yang lain gitu," kata Teten, yang baru pulang dari Tasikmalaya dan ingin menuju Depok, Jawa Barat.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X