Kompas.com - 11/08/2013, 18:29 WIB
Petugas Satpol PP saat melakukan pembongkaran lapak-lapak PKL di Jalan Jembatan Tinggi, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013) Alsadad RudiPetugas Satpol PP saat melakukan pembongkaran lapak-lapak PKL di Jalan Jembatan Tinggi, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013)
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mempertahankan rekayasa lalu lintas tahap II di depan Pasar Tanah Abang Blok B, seusai penertiban pedagang kaki lima, Minggu (11/08/2013).

Rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan kendaraan itu, tepatnya dilakukan di persimpangan Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Kebon Jati.

Melalui rekayasa lalu lintas itu, kendaraan dari arah selatan atau Karet dan Jalan Sudirman yang ingin menuju Pasar Tanah Abang Blok A maupun Blok B diarahkan untuk berbelok kiri, yakni ke arah Jalan Kebon Melati, kemudian menuju Jalan Jati Bunder.

"Kami akan tetap menerapkan rekayasa lalu lintas tahap II. Kendaraan nanti akan memutar sedikit, yang penting tidak macet. Insya Allah, cara ini bisa mengurai kemacetan seusai penertiban PKL," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat M Akbar, Minggu (11/8/2013).

Sebelumnya, kata dia, Jalan Kebon Jati dan Jalan Jati Bunder itu terokupasi oleh PKL untuk lapak-lapak dagangan. Alhasil, kedua jalan tersebut tidak bisa dipakai kendaraan bermotor.

Setelah direkayasa, kedua jalur itu bisa dipakai. Harapannya, bisa memudahkan akses ke Pasar Tanah Abang blok G, tempat relokasi PKL.

"Dengan begitu, blok G bisa ramai dan dagangan PKL bisa laku. Selain itu, 20 personel Dishub juga akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas di sekitar pasar setiap hari," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

Megapolitan
Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X