Kompas.com - 11/08/2013, 18:50 WIB
Limbah rumah tangga yang dibuang di Waduk Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/7/2013). Pemprov DKI Jakarta bersama pemilik lahan berencana menormalisasi waduk. KOMPAS.com/Estu SuryowatiLimbah rumah tangga yang dibuang di Waduk Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/7/2013). Pemprov DKI Jakarta bersama pemilik lahan berencana menormalisasi waduk.
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pengembang  di sekitar Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat,  PT Intiland, menyatakan siap berpartisipasi dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menormalisasi Waduk Melati.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta PT Intiland untuk meningkatkan kapasitas Waduk yang berada di Jalan Dukuh Pinggir ini.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Jakarta PT Intiland Tbk Suhendro Prabowo mengatakan, pihaknya masih membahas segala sesuatu yang akan dilakukan di Waduk Melati.

PT Intiland meminta bantuan dari Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) untuk melakukan analisa kapasitas pompa air yang dapat mengantisipasi banjir hingga 25 tahun ke depan.

”Bantuan ini merupakan corporate social responsibility kami terhadap kota Jakarta, terlebih Waduk Melati berada di lingkungan kami,” kata Suhendro. Ia mengaku belum tahu pihaknya akan mengeluarkan anggaran berapa. Namun ia memperkirakan pekerjaan normalisasi Waduk tidak akan dikerjakan PT Intiland sendirian.

Waduk Melati merupakan parkiran air Kali Cideng. Jika Kali Cideng meluap maka aliran air kali akan mengalir ke Waduk Melati. Sehingga mau tidak mau Waduk Melati harus memiliki pompa air dengan kapasitas penyedotan yang cukup tinggi.

Peneliti LAPI ITB Hernawan Mahfudz menerangkan dalam peningkatan kapasitas Waduk Melati diperlukan pompa dengan kapasitas yang besar. “Pompa air yang ada di sana harus mampu menyedot air sebesar 30 meter kubik per detik dari saat ini hanya 12 meter kubik per detik,” jelas dosen Teknik Sipil Tata Air ITB ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, dengan penambahan pompa tersebut, diharapkan dapat mengurangi efek banjir selama 25 tahun di kawasan Tanahabang dan sekitarnya. “Juga dapat mempercepat waktu surut banjir, misalnya yang tadinya butuh waktu 10 jam, kini bisa 3 jam,” kata Hernawan.

Ia mengatakan,  Intiland bisa berkontribusi dengan membangun dan melakukan perawatan pompa air. Biasanya, perusahaan hanya memberikan pompa saja, tetapi akhirnya maintenance pompa air dilupakan. Akibatnya, pompa menjadi tidak berfungsi dengan baik, karena rusak atau mati.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

Megapolitan
2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

Megapolitan
Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Megapolitan
Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Megapolitan
Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Megapolitan
26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

Megapolitan
PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

Megapolitan
Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Megapolitan
Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Megapolitan
Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Megapolitan
Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Megapolitan
Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Megapolitan
Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.