Kompas.com - 12/08/2013, 11:47 WIB
Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Ratnaningsih Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWali Kota Jakarta Pusat Saefullah bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Ratnaningsih
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang kaki lima Tanah Abang yang direlokasi ke Blok G diharapkan bersabar. Mereka bisa langsung menempati kios di Blok G jika sudah diundi dan persyaratannya sudah terpenuhi.

"Kalau pedagang yang memang sudah clear persyaratannya, kita undi penempatannya dan enggak ada masalah, mereka sudah bisa berdagang di Blok G," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Ratnaningsih di Balaikota DKI Jakarta, Senin (12/8/2013).

Clear persyaratan yang ia maksud adalah pedagang yang sudah lama berdagang di Tanah Abang. Selain itu, ia memiliki KTP DKI dan kartu keluarga (KK) asli. PKL ber-KTP DKI dan telah lama berdagang merupakan PKL yang diprioritaskan untuk berdagang di dalam Blok G.

Berdasarkan jadwalnya, mulai Senin ini hingga lima hari mendatang, DKI akan menggelar pendaftaran ulang dan verifikasi bagi PKL Tanah Abang yang telah mendaftar untuk direlokasi.

Sebanyak 941 PKL telah mendaftar untuk direlokasi ke Blok G yang berkapasitas 968 unit. Penempatan pedagang di dalam Blok G pun akan menggunakan undian sistem zoning. Zoning atau penzonaan itu berarti akan dikelompokkan dengan jenis barang yang dijualnya. Misalnya, pedagang A menjual sepatu, maka dia akan ditempatkan bersama pedagang lainnya yang juga berjualan sepatu.

"Kalau kita enggak undi, ya enggak fair. Kita zoning per kelompok, juga untuk mencegah agar tidak bisa rebutan," kata Ratna.

Proses pendaftaran ulang akan berlangsung selama lima hari, mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB, bertempat di PD Pasar Jaya Blok G Lantai 4 Tanah Abang. Pendaftaran dilaksanakan oleh tim terpadu yang terdiri dari Sudin KUMKMP Jakarta Pusat, Kecamatan Tanah Abang, Kelurahan Kebon Kacang, Kelurahan Kampung Bali, tokoh masyarakat, dan PD Pasar Jaya Blok G Tanah Abang.

Kepala Pasar Blok G Tanah Abang Warimin mengatakan, proses verifikasi dilakukan untuk menentukan apakah pedagang yang terdaftar berhak menempati kios di Blok G berukuran 2,65 meter persegi tersebut. Setelah lolos verifikasi, lanjut Warimin, para pedagang mengambil kupon undian untuk menentukan posisi kios yang akan digunakan sebagai tempat usaha.

"Prinsip pengundian ya untung-untungan untuk dapat lokasi kios. Kalau beruntung, pedagang bisa dapat posisi di pinggir. Setelah diundi, pedagang sudah bisa berdagang di Blok G," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindikat Pencuri Bersenjata Spesialis Bobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, 2 Orang Masih Buron

Sindikat Pencuri Bersenjata Spesialis Bobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, 2 Orang Masih Buron

Megapolitan
Saptol PP Awasi Penerapan Prokes di Sekolah untuk Cegah Penularan Covid-19

Saptol PP Awasi Penerapan Prokes di Sekolah untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Jenazah Tahanan Polres Jaksel yang Tewas Diotopsi, Kuasa Hukum Sebut Ada Luka di Tubuhnya

Jenazah Tahanan Polres Jaksel yang Tewas Diotopsi, Kuasa Hukum Sebut Ada Luka di Tubuhnya

Megapolitan
Kerap Kebanjiran, Warga Tegal Alur Ajukan Perbaikan Saluran sejak 2018 tapi Tak Kunjung Terealisasi

Kerap Kebanjiran, Warga Tegal Alur Ajukan Perbaikan Saluran sejak 2018 tapi Tak Kunjung Terealisasi

Megapolitan
Dalang Bom Bali I Zulkarnaen Divonis 15 Tahun Penjara

Dalang Bom Bali I Zulkarnaen Divonis 15 Tahun Penjara

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Semakin Meluas Rabu Sore, Ribuan Jiwa Mengungsi

Titik Banjir di Jakarta Semakin Meluas Rabu Sore, Ribuan Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Polisi Masih Cari Barang Bukti Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Masih Cari Barang Bukti Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Krukut Akan Dites PCR Dua Kali Setelah Isolasi Mandiri 2 Pekan

Pasien Covid-19 di Krukut Akan Dites PCR Dua Kali Setelah Isolasi Mandiri 2 Pekan

Megapolitan
Warga Sebut Keberadaan Sumur Resapan di Lebak Bulus Tak Efektif Atasi Banjir

Warga Sebut Keberadaan Sumur Resapan di Lebak Bulus Tak Efektif Atasi Banjir

Megapolitan
Polisi Selidiki Pungli oleh Ormas di Tempat Wisata Jaletreng Tangsel

Polisi Selidiki Pungli oleh Ormas di Tempat Wisata Jaletreng Tangsel

Megapolitan
Wagub DKI Ancam Sanksi Kantor yang Tak Patuh Terapkan WFO 50 Persen

Wagub DKI Ancam Sanksi Kantor yang Tak Patuh Terapkan WFO 50 Persen

Megapolitan
Warga Tegal Alur Masih Terjebak Banjir di Rumah karena Belum Dapat Arahan Mengungsi

Warga Tegal Alur Masih Terjebak Banjir di Rumah karena Belum Dapat Arahan Mengungsi

Megapolitan
Apindo Dinilai Tak Perlu Gugat Anies, Kadin DKI Sebut Pengusaha Bisa Naikkan UMP 0,85 Persen

Apindo Dinilai Tak Perlu Gugat Anies, Kadin DKI Sebut Pengusaha Bisa Naikkan UMP 0,85 Persen

Megapolitan
Cerita Warga Datangi Banyak Minimarket demi Berburu Minyak Goreng Rp 14.000 tapi Selalu Kehabisan

Cerita Warga Datangi Banyak Minimarket demi Berburu Minyak Goreng Rp 14.000 tapi Selalu Kehabisan

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Polda Metro Jaya Tilang 124 Mobil Berpelat Khusus RF

Dalam Tiga Hari, Polda Metro Jaya Tilang 124 Mobil Berpelat Khusus RF

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.