PKL Pasar Gembrong Minta Tempat Relokasi - Kompas.com

PKL Pasar Gembrong Minta Tempat Relokasi

Kompas.com - 12/08/2013, 19:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur tak keberatan ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, mereka minta Pemprov DKI tidak menertibkan begitu saja, melainkan menyediakan tempat relokasi.

"Jadi kami diminta untuk tidak jualan di trotoar. Jangan makan badan jalan. Kami juga minta agar Pemrov DKI untuk membuat kesepakatan dengan pedagang. Direlokasi kami mau, asal jangan tidak diberikan solusi. Kami punya keluarga butuh makan," ujar seorang pedagang mainan, Ruri Hutabarat (38), Senin (12/8/2013).

Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan penertiban yang dilakukan Pemprov DKI di kawasan Pasar Gembrong, yang dilakukan sejak Minggu (11/8/2013). Penertiban dilakukan secara persuasif sehingga berlangsung dengan damai.

Pemprov DKI memberikan kepada PKL waktu tiga hari untuk pindah, tetapi sejauh ini belum bisa memberikan solusi untuk para PKL tersebut.

"Kami juga tidak tahu mau dipindah kemana. Belum ada tempat, mau ke Pasar Cipinang atau SMP 14 Jatinegara. Tapi belum pasti, Pasar Cipinang dan bekas SMP di Jatinegara belum selesai dibangun. Area parkir belum ada," ujar Camat Jatinegara Syofian Taher, di kawasan Pasar Gembrong, Senin (12/8/2013).


EditorTjatur Wiharyo

Terkini Lainnya

Fakta Banjir Bandang Mandailing Natal, 9 Kecamatan Terdampak hingga Kunjungan Edy Rahmayadi

Fakta Banjir Bandang Mandailing Natal, 9 Kecamatan Terdampak hingga Kunjungan Edy Rahmayadi

Regional
5 Fakta Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Hilang di Turki...

5 Fakta Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Hilang di Turki...

Internasional
Kerangka Pria Ditemukan dalam Posisi Bertapa Beralaskan Sajadah, Gegerkan Warga Desa

Kerangka Pria Ditemukan dalam Posisi Bertapa Beralaskan Sajadah, Gegerkan Warga Desa

Regional
Wali Kota Makassar: Ada Agen 'Human Trafficking' Mengaku Jadi Keluarga Pengungsi Sulteng

Wali Kota Makassar: Ada Agen "Human Trafficking" Mengaku Jadi Keluarga Pengungsi Sulteng

Regional
KPK Minta Publik Waspadai Proposal 'KPK Jabar-Setda Bekasi Raya'

KPK Minta Publik Waspadai Proposal "KPK Jabar-Setda Bekasi Raya"

Nasional
DPRD Jateng Ajak Ganjar Pranowo Bahas Penolakan Tol Bawen-Yogya

DPRD Jateng Ajak Ganjar Pranowo Bahas Penolakan Tol Bawen-Yogya

Regional
BERITA POPULER JABODETABEK: Peluru Nyasar, Kemitraan Bekasi-DKI, hingga Senjata Api Korban Bunuh Diri

BERITA POPULER JABODETABEK: Peluru Nyasar, Kemitraan Bekasi-DKI, hingga Senjata Api Korban Bunuh Diri

Megapolitan
Nelayan Terjatuh dan Hilang di Laut Saat Menarik Pukat

Nelayan Terjatuh dan Hilang di Laut Saat Menarik Pukat

Regional
Mahasiswa UB Raih Emas di Ajang Inovator Muda Internasional

Mahasiswa UB Raih Emas di Ajang Inovator Muda Internasional

Edukasi
Divonis 2 Tahun, Bos SBL Wajib Kembalikan Uang Ribuan Jamaah

Divonis 2 Tahun, Bos SBL Wajib Kembalikan Uang Ribuan Jamaah

Regional
Wilayah Terdampak Likuefaksi di Sulteng Disemprot Disinfektan

Wilayah Terdampak Likuefaksi di Sulteng Disemprot Disinfektan

Nasional
Ini 4 Dampak Buruk Bila Menekan Anak Belajar

Ini 4 Dampak Buruk Bila Menekan Anak Belajar

Edukasi
'Tak Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diselesaikan Presiden Jokowi'

"Tak Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diselesaikan Presiden Jokowi"

Nasional
Cuaca Perairan Anambas dan Natuna Ekstrem, BNPP Minta Nelayan Waspada

Cuaca Perairan Anambas dan Natuna Ekstrem, BNPP Minta Nelayan Waspada

Regional
NasDem Tolak Rencana Dana Saksi Pemilu 2019 Dibebankan ke APBN

NasDem Tolak Rencana Dana Saksi Pemilu 2019 Dibebankan ke APBN

Nasional
Close Ads X