Kompas.com - 13/08/2013, 14:05 WIB
Petugas pemadam kebakaran membersihkan jalan Kebon Melati di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013). Ratusan petugas dari berbagai kesatuan dinas menertibkan lapak-lapak pedagang kaki lima dan membersihkan kawasan tersebut. KOMPAS / PRIYOMBODOPetugas pemadam kebakaran membersihkan jalan Kebon Melati di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013). Ratusan petugas dari berbagai kesatuan dinas menertibkan lapak-lapak pedagang kaki lima dan membersihkan kawasan tersebut.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan dengan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menggunakan bahu jalan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, berjalan mulus. Namun, hal tersebut dinilai baru halaman pertama dari program penertiban PKL.

Pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, menyatakan Pemprov DKI Jakarta perlu mempertegas apakah hanya penataan PKL yang merupakan tujuan akhir mereka. Menurutnya, upaya merelokasi pedagang masuk dalam lokasi Blok G bukan berarti selesai sudah semua masalah. Upaya tersebut baru menyelesaikan satu dari beberapa persoalan yang ada di Pasar Tanah Abang.

"Ini baru awal. Jadi, ini baru halaman pertama. Kita harus melihat perkembangan lebih lanjut ke depan di sana bagaimana karena ini masih dalam proses," kata pengajar dari Universitas Trisakti ini saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/8/2013).

Menurut Yayat, masalah yang terjadi di Pasar Tanah Abang tidak hanya tentang bagaimana menata PKL. Masalah lain, seperti adanya lokasi bongkar muat ekspedisi, kebutuhan akan halaman parkir, sebagian PKL yang belum tertampung di Blok G, sampai dengan perilaku pembeli yang terbiasa berbelanja di luar pasar, perlu dicarikan solusinya.

"Masalah pembeli, yang harus berubah kan bukan cuma PKL, tetapi pembeli juga harus berubah. Apakah mau untuk belanja ke Blok G? Kalau pembeli praktiknya tidak mau membeli ke Blog G, ya sama saja," ujar Yayat.

Jika pembeli tak mau berbelanja masuk di dalam Blok G, lanjut Yayat, tentu upaya memindahkan pedagang ke dalam pasar akan menjadi sia-sia. Sebab, hal itu hanya akan memunculkan pedagang baru yang berjualan kembali di luar pasar.

Untuk itu, Yayat mengatakan perlunya juga melakukan pembinaan kepada pembeli agar mereka mau membeli di dalam pasar. Dia pun memberikan tips jurus marketing agar pembeli mau masuk ke dalam pasar.

"Pertama jurus marketing dengan harga sewa murah, tempat nyaman, dan retribusi lebih murah. Tentunya barang yang dijual oleh pedagang akan menjadi murah dan pembeli akan ke atas pasar. Makanya, pengelola pasar juga harus cermat," ujarnya.

Pertumbuhan PKL Jakarta tinggi

Yayat menilai, pertumbuhan PKL di Jakarta tetap akan tinggi ke depannya. Pasalnya, dalam perkiraannya, saat ini, hanya 25 persen warga Jakarta yang terjun di sektor formal, seperti bekerja di perkantoran, sedangkan sisanya 75 persen masih di sektor informal dengan berbagai profesi.

Ia mengatakan, tentunya PKL yang masuk dalam sektor informal memungkinkan pertumbuhan yang tetap tinggi ke depannya. Sementara upaya penertiban yang dilakukan melalui petugas seperti Satpol PP akan diuji ke depannya dengan hal ini.

"Ini akan dilihat satu dua bulan ke depannya karena sekarang ini masih sepi Lebaran. Antara petugas dan PKL ini seperti lagu dangdut, antara tahan mana dan mana tahan. Jadi, PKL bertahan untuk usaha hidupnya, sementara petugas mana tahan untuk berdiri terus," tandas Yayat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2022 Gelombang I, Simak Perubahannya

Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2022 Gelombang I, Simak Perubahannya

Megapolitan
Sudin Kesehatan Sebut Tiga Warga Jakarta Pusat Negatif Hepatitis Akut

Sudin Kesehatan Sebut Tiga Warga Jakarta Pusat Negatif Hepatitis Akut

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Waktu Operasional MRT Diperpanjang hingga Pukul 23.00

Mulai Hari Ini, Waktu Operasional MRT Diperpanjang hingga Pukul 23.00

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Diprotes karena Gunakan Istilah Genangan Saat Banjir | Kapolda Metro Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Diprotes karena Gunakan Istilah Genangan Saat Banjir | Kapolda Metro Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang pada Rabu Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang pada Rabu Sore

Megapolitan
10 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Jakarta

10 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Jakarta

Megapolitan
Sebut Warga Lebih Senang Menonton, Wagub DKI: Perlu Ada Kampanye Membaca sejak Kecil

Sebut Warga Lebih Senang Menonton, Wagub DKI: Perlu Ada Kampanye Membaca sejak Kecil

Megapolitan
DPRD Depok Ajukan Interpelasi soal KDS, Wakil Wali Kota: Kami Siap Beri Keterangan

DPRD Depok Ajukan Interpelasi soal KDS, Wakil Wali Kota: Kami Siap Beri Keterangan

Megapolitan
Pemkot Tangerang Tengah Siapkan Situs PPDB Jenjang SD dan SMP

Pemkot Tangerang Tengah Siapkan Situs PPDB Jenjang SD dan SMP

Megapolitan
Upaya Pemprov DKI Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Jakarta

Upaya Pemprov DKI Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Jakarta

Megapolitan
Bocah Laki-laki Hilang Terbawa Arus Saat Berenang di Kali Perumahan Antilop Pondok Gede Bekasi

Bocah Laki-laki Hilang Terbawa Arus Saat Berenang di Kali Perumahan Antilop Pondok Gede Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tunggu SE Kemendagri Sebelum Buat Aturan Penggunaan Masker

Wali Kota Tangerang Tunggu SE Kemendagri Sebelum Buat Aturan Penggunaan Masker

Megapolitan
Sudah Berdamai, Sekuriti yang Dianiaya Pacar Nindy Ayunda Cabut Laporan di Polsek Mampang

Sudah Berdamai, Sekuriti yang Dianiaya Pacar Nindy Ayunda Cabut Laporan di Polsek Mampang

Megapolitan
Permohonan Pembangunan JPO Cilenggang Disetujui, Desain Sedang Diproses

Permohonan Pembangunan JPO Cilenggang Disetujui, Desain Sedang Diproses

Megapolitan
Aktris Wanda Hamidah Dilaporkan Mantan Suaminya ke Polres Metro Depok...

Aktris Wanda Hamidah Dilaporkan Mantan Suaminya ke Polres Metro Depok...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.