Relokasi PKL, Jokowi Minta Kepala Pasar Blok G Transparan

Kompas.com - 13/08/2013, 16:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mendatangi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013). Dia memeriksa beberapa fasilitas yang seharusnya sudah diperbaiki oleh PD Pasar Jaya. KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali mendatangi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013). Dia memeriksa beberapa fasilitas yang seharusnya sudah diperbaiki oleh PD Pasar Jaya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta Kepala Pasar Blok G Tanah Abang bertindak transparan dalam melaksanakan verifikasi pedagang kaki lima. Ia ingin tidak ada kongkalikong antara petugas verifikasi dan pedagang dalam proses verifikasi itu.

"Kalau ada tanda-tanda yang tidak benar, nanti kita buka. Transparan pokoknya," ujar Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (13/8/2013) siang.

Transparansi itu antara lain dilakukan dengan memberi tanda untuk tempat usaha para pedagang. Tempat yang sudah dimiliki pedagang lewat undian harus diumumkan secara terbuka melalui papan pengumuman sehingga semua proses bisa dilihat secara umum.

Jokowi yakin proses pemindahan PKL dari jalan ke dalam Pasar Blok G sejauh ini tidak ada masalah. Ia akan menerapkan prosedur penataan pasar yang sama terhadap pasar lain yang hendak ditata, yakni Pasar Jatinegara di Jakarta Timur dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Konsentrasi memang di Tanah Abang, Pasar Minggu, dan Pasar Jatinegara. (Pola penataan) kurang lebih sama," ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI menata kawasan Pasar Tanah Abang dengan menggunakan sistem push and pull. Sistem itu dilakukan dengan menarik PKL ke dalam Pasar Blok G dan mendorong angkutan kota untuk lebih tertib.

Sebanyak 942 pedagang telah mendaftarkan diri dalam relokasi itu, sementara total kios di pasar itu sebanyak 1.100 unit. Jika masih ada kios yang belum ditempati, kios itu akan diundi untuk digunakan PKL yang telat mendaftar dan PKL yang tak memiliki KTP Jakarta.

Setelah pendaftaran pertama, para PKL diberi waktu untuk mendaftarkan ulang atau verifikasi. Setelah itu, PKL yang sudah dikelompokkan sesuai barang dagangannya diundi untuk menempati tempat usaha yang telah direnovasi di pasar tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bogor Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur Tes Swab Rizieq Shihab

Pemkot Bogor Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur Tes Swab Rizieq Shihab

Megapolitan
Wali Kota Jakpus dan Kadis LH Dicopot karena Pinjamkan Toilet Portable untuk Acara Rizieq

Wali Kota Jakpus dan Kadis LH Dicopot karena Pinjamkan Toilet Portable untuk Acara Rizieq

Megapolitan
Update 28 November: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.370

Update 28 November: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.370

Megapolitan
Wali Kota Bogor Tegur Keras RS Ummi Soal Kasus Tes Swab Rizieq Shihab

Wali Kota Bogor Tegur Keras RS Ummi Soal Kasus Tes Swab Rizieq Shihab

Megapolitan
KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

Megapolitan
Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X