Warga Senang Waduk Pluit Berubah

Kompas.com - 15/08/2013, 16:46 WIB
Kendaraan alat berat mengeruk lumpur di Waduk Pluit, Penjaringan, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2013). Pengerukan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi waduk yang mengalami pendangkalan akibat pembangunan kawasan pemukiman liar di sekitarnya. KOMPAS.com/RATIH WINANTI RAHAYUKendaraan alat berat mengeruk lumpur di Waduk Pluit, Penjaringan, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2013). Pengerukan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi waduk yang mengalami pendangkalan akibat pembangunan kawasan pemukiman liar di sekitarnya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga di sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, menyambut baik perubahan waduk tersebut. Selain menjadi lebih asri, perubahan waduk itu diharapkan dapat memberi keuntungan finansial bagi warga sekitar.

Lusi, warga dan pemilik warung makan di Jalan Pluit Timur, Penjaringan, Jakarta Utara, merasa senang karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadikan Waduk Pluit sebagai tempat pariwisata. Ia yakin bahwa keberadaan tempat wisata itu akan menarik perhatian pengunjung.

"Senangnya sih paling nanti kalau taman sudah jadi, kan bakal banyak pengunjung. Semoga warung saya ikutan ramai juga. Kan katanya mau dijadiin tempat pariwisata nih di sini," katanya, Kamis (15/8/2013).

Lusi juga senang karena Waduk Pluit kini terlihat lebih luas setelah program normalisasi waduk dilaksanakan. Sampah-sampah yang dulu menjadi pemandangan rutin di waduk tersebut juga telah bersih.

Waduk Pluit semestinya memiliki luas 80 hektar. Namun, keberadaan permukiman liar diperkirakan telah mengurangi luasnya sekitar 20 persen dari luas area waduk. Saat ini, waduk itu telah dikeruk karena mengalami pendangkalan.

Di sisi barat waduk, pembuatan ruang terbuka hijau hampir rampung. Pohon-pohon dengan ketinggian rata-rata 3 meter telah ditanam di lahan tersebut. Ada lebih dari 12 jenis pohon yang ditanam di sana, semuanya tanaman khas pesisir.

Pohon anggur laut (Coccoloba uvifera), kalpataru/keben (Barringtonia asiatica), trembesi (Samanea saman), dan ficus daun kecil (Ficus lyrata). Ada pula pohon jati (Tectona grandis) yang berjejer dan tumbuh lebih dari tiga tahun dengan tinggi tak kurang dari 5 meter.

Pohon-pohon itu ditanam dengan jarak khusus dan selang-seling. Pohon itu ditanam di kanan-kiri jalan beton selebar 3,5 meter untuk jalan inspeksi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X