Larangan Parkir Liar di Setiabudi Diabaikan Pemarkir dan Pengendara

Kompas.com - 15/08/2013, 23:51 WIB
Trotoar yang berada di samping gedung Indosemen, dipenuhi oleh motor para pegawai yang bekerja di sekitar Jalan Setiabudi. Walaupun ada spanduk memberikan peringatan jeratan peraturan daerah, parkiran ini tetap berjalan, Jakarta, Kamis (15/8/2013). Kompas.com/ Sonya SuswantiTrotoar yang berada di samping gedung Indosemen, dipenuhi oleh motor para pegawai yang bekerja di sekitar Jalan Setiabudi. Walaupun ada spanduk memberikan peringatan jeratan peraturan daerah, parkiran ini tetap berjalan, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA,KOMPAS.com - Badan jalan dan trotoar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, masih dijadikan tempat parkir liar. Padahal, di lokasi tersebut terpasang spanduk larangan parkir.

Seorang pemarkir di lokasi itu, Andi, mengaku tahu bahwa lokasi tersebut tak boleh digunakan untuk lokasi parkir.

"Iya sih di sini juga ada spanduk larangan, tapi gimana lagi, orang banyak yang markir, parkiran di dalem kan penuh,"ujar pemarkir berinisial Andi yang mengelola area parkir sekitar 50 meter, Kamis (15/8/2013).

Sebagian besar pemilik kendaraan yang memarkir kendaraan di tempat itu, menurut Andi, adalah pegawai Indosemen. Para pegawai tersebut, lanjut Andi, sudah biasa parkir di situ.

Mengenai tarif parkir, Andi menjelaskan, parkir di Indosemen Rp 2.000/ jam, sementara parkir di tempatnya Rp 4.000 per hari. Dengan tarif sebesar itu, ia mengumpulkan Rp 300.000 per hari dan mendapat upah Rp 70.000.

Ketika dimintai konfirmasi mengenai parkir liar di lokasi tersebut, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Arifin HM mengatakan pihaknya tidak melakukan pengawasan secara intensif karena masih memantau arus mudik. Menurutnya, pihaknya akan meningkatkan pengawasan di loksi tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X