Kompas.com - 16/08/2013, 14:32 WIB
Spanduk Ahok Center di Apartemen Juanda, Jakarta Pusat. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaSpanduk Ahok Center di Apartemen Juanda, Jakarta Pusat.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perumahan dan Bangunan DKI Yonathan Pasodung mengakui keberadaan relawan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dalam penyaluran corporate social responsibility  (CSR) di Rusun Marunda. Namun, ia tak mengetahui jika relawan tersebut bernama Ahok Center.

Yonathan mengatakan, sekitar awal Mei 2013, pihaknya mendistribusikan sejumlah barang hasil CSR 18 perusahaaan ke warga di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Dalam pendistribusian itu, ada beberapa orang yang mengaku relawan sang Wagub. Namun, mereka hanya mengawasi proses, bukan sebagai penyalur atau penghimpun CSR itu.

"Saya belum pernah dengar Pak Wagub bilang Ahok Center, dia cuma sebut relawan saja," ujar Yonathan kepada wartawan di Balaikota Jakarta pada Jumat (16/8/2013).

Keberadaan mereka, lanjut Yonathan, dianggap tak mengganggu. Sebab, hal itu adalah salah satu bentuk transparansi. Terlebih lagi, situasi sosial di Rusun Marunda pada awal-awal masih banyak calo berkeliaran sehingga situasi tersebut sangat membutuhkan pengawasan.

"Apalagi yang namanya kulkas, kompor, dan sebagainya kita distribusikan perlu pengawasan agar sampai ke sasarannya. Nah, saat itu, ada tim independen yang mengawasi, maka kita libatkan juga," jelas Yonathan.

Sebelumnya, BPKD merilis empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dituju perusahaan pemberi CSR. Khusus Dinas Perumahan dan Bangunan, tertera  mitra kerja 18 perusahaan pemberi CSR bernama Ahok Center. Pengamat ekonomi, Faisal Basri, mempertanyakan keberadaan produk politik Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama itu.

Basuki menampik Ahok Center sebagai penyalur CSR. Menurutnya, Ahok Center adalah bekas relawannya yang berpartisiasi dalam pengawasan penyaluran CSR. Dia juga menampik mendirikan Ahok Center.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usut punya usut, Ahok Center adalah nama beken dari LSM yang didirikan Ahok tahun 2007 lalu, yakni Center for Democracy and Transparancy atau CDT. Isinya, semua relawan pemenangan Ahok saat Pemilukada 2012. Mereka diketahui bermarkas di salah satu kantor di Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

Bunyamin Permana, relawan Ahok Center, juga membantah pihaknya menyalurkan atau menghimpun CSR. Menurutnya, anggotanya hanya membantu mengawasi penyaluran CSR.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahuan Hendak Jual Motor Kerabat, Seorang Pria Coba Kabur lalu Babak Belur Dihajar Massa

Ketahuan Hendak Jual Motor Kerabat, Seorang Pria Coba Kabur lalu Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang di Kali di Jalan Daan Mogot

Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang di Kali di Jalan Daan Mogot

Megapolitan
Kasus Pengancaman Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Jerinx Sambangi Mapolda Metro Jaya

Kasus Pengancaman Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Jerinx Sambangi Mapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sidang Terorisme di PN Jaktim, Kubu Munarman Minta Digelar Offline

Sidang Terorisme di PN Jaktim, Kubu Munarman Minta Digelar Offline

Megapolitan
Duduk Perkara Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro, Pelakunya Polantas yang Dapat Laporan Warga Dibuntuti

Duduk Perkara Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro, Pelakunya Polantas yang Dapat Laporan Warga Dibuntuti

Megapolitan
Didesak Bubarkan Menwa, UPN Veteran Jakarta Minta Mahasiswa Buat Kajian Akademis

Didesak Bubarkan Menwa, UPN Veteran Jakarta Minta Mahasiswa Buat Kajian Akademis

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Izinkan Reuni 212 di Patung Kuda

Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Izinkan Reuni 212 di Patung Kuda

Megapolitan
Syarat Terbaru Keluar Masuk Jakarta Saat PPKM Level 2 dan Nataru

Syarat Terbaru Keluar Masuk Jakarta Saat PPKM Level 2 dan Nataru

Megapolitan
Akan Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta, Panitia: Tidak Perlu Izin Polisi

Akan Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta, Panitia: Tidak Perlu Izin Polisi

Megapolitan
Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Megapolitan
Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Megapolitan
Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Panitia: Reuni 212 Digelar di Dua Tempat, di Patung Kuda Jakarta lalu Lanjut di Sentul

Panitia: Reuni 212 Digelar di Dua Tempat, di Patung Kuda Jakarta lalu Lanjut di Sentul

Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Depok Meningkat, Ini yang Dilakukan Pemkot

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Depok Meningkat, Ini yang Dilakukan Pemkot

Megapolitan
Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.