Selamat Nurdin: Ahok Center Bukti Basuki Tak Percaya Bawahan

Kompas.com - 16/08/2013, 23:26 WIB
Salah satu sudut ruang kantor Ahok Center di Apartemen Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZASalah satu sudut ruang kantor Ahok Center di Apartemen Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin menilai keterlibatan Ahok Center dalam penyaluran barang-barang dari program corporate social responsibility (CSR) adalah bukti bahwa Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama tidak percaya terhadap stafnya sendiri.

"Artinya, fungsi pengendalian dan pengawasan dipegang oleh mereka. Harusnya, relawan Ahok Center tidak  perlu  lagi ikut-ikutan. Kalau mereka (Ahok Center) masih ada dan bekerja, artinya ada ketidakpercayaan Ahok atas birokrasi di bawah. Tak boleh begitu harusnya," ujar Selamat, Jumat (16/8/2013).

"Kita punya Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Bangunan. Soal pengawasan juga ada Badan Pengawasan Daerah atau Bawasda. Jadi sudah tak relevan kalau relawan ikut-ikut," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI merilis informasi bahwa Ahok Center menjadi mitra kerja Dinas Perumahan dan Bangunan untuk menyalurkan barang-barang hasil CSR sejumlah perusahaan ke warga di rumah susun Marunda, Jakarta Utara. Banyak pihak mempertanyakan keberadaan Ahok Center sebagai mitra kerja tersebut.


Basuki sendiri menampik Ahok Center adalah penyalur atau penghimpun CSR. Menurutnya, Ahok Center hanya mengawasi distribusi CSR. Senada dengan Basuki, beberapa anggota Ahok Center pun menjelaskan hal yang sama.

Ahok Center sendiri sebetulnya merupakan LSM yang didirikan Basuki pada 2007, yakni Center for Democracy and Transparancy atau CDT. LSM ini berisi semua relawan pemenangan Ahok saat Pemilukada DKI 2012. Mereka bermarkas di salah satu kantor di Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Gebrak Meja, Ketua DPRD DKI Memarahi Kadisbud soal Rekomendasi Penyelenggaran Formula E di Monas Dirahasiakan

Megapolitan
Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Tak Ditahan, Pemukul Kucing hingga Mati Jalani Wajib Lapor

Megapolitan
Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Jika Revitalisasi TIM Dimoratorium, Jakpro Khawatir Lukisan Mahal Seniman Terbengkalai

Megapolitan
Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X