Jokowi: Waduk Pluit Milik Masyarakat

Kompas.com - 17/08/2013, 15:27 WIB
Pekerja menyiram tanaman di Taman Waduk Pluit Jakarta Utara, Selasa (13/8/2013). Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan di taman ini tidak hanya untuk ruang terbuka hijau (RTH), tetapi akan banyak sarana lain yang dapat dimanfaatkan oleh publik, antara lain menyediakan lahan untuk pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di taman yang tengah dibangun di bibir waduk. TRIBUNNEWS/HERUDINPekerja menyiram tanaman di Taman Waduk Pluit Jakarta Utara, Selasa (13/8/2013). Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan di taman ini tidak hanya untuk ruang terbuka hijau (RTH), tetapi akan banyak sarana lain yang dapat dimanfaatkan oleh publik, antara lain menyediakan lahan untuk pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di taman yang tengah dibangun di bibir waduk.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan taman kota di sisi barat Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, adalah milik masyarakat. Oleh sebab itu masyarakat pula yang harus merawat taman.

"Ini miliknya masyarakat loh, bukan milik siapa-siapa lagi. Saya titip semuanya ikut rawat. Kalau ada tanaman kurang air disiram," ujar Jokowi, saat peresmian taman, Sabtu (17/8/2013).

Jokowi mengatakan, kawasan Waduk Pluit menjadi multifungsi. Selain menjadi wadah air dari beberapa sungai, area di sekelilingnya pun jadi ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik.

Ida (56), seorang warga di sekitar Waduk Pluit mengapresiasi positif penataan itu. Meskipun, karena penataan itu dia, suami dan dua anaknya harus pindah ke rumah susun.

"Yang penting kita dikasih tempat tinggal. Bisa bekerja juga. Anak-anak saya dapat tempat buat main di sini," ujar wanita yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga biasa tersebut.

Jokowi meresmikan Taman Kota itu pada Sabtu siang. Simbolisasi peresmian dilakukan dengan peandatanganan oleh Jokowi di sebuah batu. Bersama Jokowi, turut hadir Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, Dirut Jakarta Propertindo, Budi Karya, dan lain-lain.

Seperti diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan normalisasi waduk sekaligus penataan kawasan di sekitarnya. Hingga empat bulan program itu berlangsung, berkat pengerukan, kini 30 persen proyek telah selesai.

Dari empat sisi waduk, baru sisi barat saja yang lahannya berhasil dibebaskan dan dibuat ruang terbuka hijau. Taman sisi barat itu memiliki luas 5 hektar dengan pembagian 1 hektar untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah, 2 hektar untuk ruang penyerapan air, dan 2 hektar untuk pembangunan taman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman 'Nyeleneh' bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman "Nyeleneh" bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X