Kompas.com - 19/08/2013, 07:33 WIB
Ilustrasi Penembakan | HANDINING
HandiningIlustrasi Penembakan | HANDINING
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Dalam kasus penembakan polisi, Neta menyangkan tidak adanya empati dari masyarakat. Namun, menurutnya, hal itu akibat polisi yang selama ini tidak serius dalam penanganan suatu kasus.

Untuk itu, dia mengatakan, sudah saatnya polisi serius untuk melakukan pembenahan, introspeksi, memperbaiki diri dalam pelayanan terhadap masyarakat, dan menunjukkan keseriusan serta sikap profesionalnya, terutama dalam penanganan kasus.

Memburu pelaku penembakan polisi

Polisi menyatakan, berdasarkan penyidikan sementara, penembakan terhadap empat anggotanya diduga kuat berasal dari kelompok teroris. Namun, Neta menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan itu. Menurutnya, terdapat pola serangan berbeda antara kejadian di Tangerang Selatan dengan serangan-serangan kelompok teroris yang pernah terjadi di Indonesia.

"Kelompok teroris selalu melakukan penyerangan kepada polisi dari arah depan dan dalam jarak tertentu, bukan jarak dekat dan dari belakang," katanya.

Neta menjelaskan, hal tersebut mengacu pada kejadian penembakan polisi yang pernah terjadi di Deli Serdang, Solo dan Poso. Di tiga tempat itu, kata Neta, kelompok teroris melakukan penyerangan kepada polisi dari arah depan dan dalam jarak tertentu karena didukung jenis senjata yang memadai, yaitu senjata api organik asli, bukan senjata rakitan. Dan kelompok yang biasa menggunakan senjata api rakitan, lanjut Neta, adalah kelompok kejahatan dengan tujuan kriminal murni.

"Senjata rakitan kalau dari jarak tertentu akan melenceng, jadi harus dari jarak dekat. Yang biasa menggunakannya pelaku kejahatan kriminal," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul mengatakan, penembakan terhadap sejumlah anggota polisi di wilayah Tangerang Selatan beberapa minggu ini harus mendapat dukungan dari masyarakat agar para pelaku yanh diduga kelompok teroris itu dapat ditangkap.

Ruhut menyarankan, sebaiknya, jangan ada pihak-pihak yang terus menerus menjelek-jelekan polisi. Sebab, itu sama saja melemahkan semagat juang polisi dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.

"Polisi kerjanya sudah sangat mulia, beneran. Polisi harus kita semangati, jangan polisi kita patahkan perjuangannya," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC Saat Hendak Putar Balik

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC Saat Hendak Putar Balik

Megapolitan
Polisi: Pemprov DKI yang Tak Izinkan Reuni 212

Polisi: Pemprov DKI yang Tak Izinkan Reuni 212

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi hingga Ambruk di Simpang PGC, Satu Orang Terluka

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi hingga Ambruk di Simpang PGC, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Gedung Cyber Jakarta Terbakar, 22 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Gedung Cyber Jakarta Terbakar, 22 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Megapolitan
Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Megapolitan
Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Megapolitan
Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Megapolitan
Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Megapolitan
Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Megapolitan
Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Megapolitan
Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.