Pedagang di Lokbin Pasar Minggu "Meluber" ke Jalan

Kompas.com - 19/08/2013, 11:11 WIB
Para pedagang yang baru kembali mulai.berjualan pasca libur lebaran memenuhi lokasi binaan Pasar Minggu dan sekitarnya. Pedagang meningkat 50 persen dari 80 menjadi 120 pedagang.Area lokbin penuh hingga beberapa.diantara pedagang menggunakan pos lokasi binaan sebagai tempat dagang, Jakarta, Senin (19/8/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPara pedagang yang baru kembali mulai.berjualan pasca libur lebaran memenuhi lokasi binaan Pasar Minggu dan sekitarnya. Pedagang meningkat 50 persen dari 80 menjadi 120 pedagang.Area lokbin penuh hingga beberapa.diantara pedagang menggunakan pos lokasi binaan sebagai tempat dagang, Jakarta, Senin (19/8/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Lokasi binaan di Pasar Minggu tidak mampu menampung seluruh pedagang kaki lima (PKL). PKL sampai "meluber" ke luar lokasi binaan tersebut.

Menurut Rahman, Ketua Asosiasi Unit Mikro (Asumi) Jakarta Selatan, jumah pedagang yang masuk ke lokbin meningkat 50 persen, dari 80 menjadi 120 pedagang.

"Pendaftar saja sebenarnya sudah mencapai 300 pedagang," ujar Rahman di lokasi binaan PKL, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).

Saking penuhnya, ada pedagang yang berjualan di dalam pos jaga. Sebagian pedagang lainnya yang tidak mendapat tempat berjualan asongan di sekitar lokbin. Para pedagang ini masih menunggu keputusan penataan oleh pihak lokasi binaan.

"Saya mau masuk lokbin, tapi udah penuh. Udah daftar lama sebelum Lebaran, tapi enggak kebagian tempat. Ini masih nunggu mau ditempatin di mana," ujar Puji, pedagang jamur yang baru berjualan hari ini karena mudik ke Ngawi.

Saat ini, pihak Asumi masih menunggu Pelayanan Umum Lokbin untuk menata pedagang yang jumlahnya meningkat drastis. Rencananya, para pedagang akan dimasukan ke lokasi binaan belakang (lokasi binaan sesungguhnya) yang telah disediakan. Sebab, lokasi binaan yang digunakan sekarang sebenarnya adalah area parkir.

Kendalanya lainnya, pedagang enggan berjualan di belakang lokasi binaan. Mereka kekhawatir dagangan tidak laku jika menjajakan barang jualan mereka di belakang yang jauh dari jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X