Kompas.com - 20/08/2013, 15:26 WIB
Pedagang malam di Pasar Minggu sebagian memanfaatkan area Terminal Pasar Minggu sebagai lokasi baru tempat mereka berjualan dari sebelumnya di pinggiran jalan. Kamis (15/8/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusPedagang malam di Pasar Minggu sebagian memanfaatkan area Terminal Pasar Minggu sebagai lokasi baru tempat mereka berjualan dari sebelumnya di pinggiran jalan. Kamis (15/8/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pedagang pasar malam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini dapat berjualan tanpa pungutan liar ataupun pemalakan oleh preman.

Petugas keamanan Lokasi Binaan Pasar Minggu, Zaenudin, menjamin saat ini tidak ada praktik premanisme di pasar malam Pasar Minggu. Pria yang pernah menjadi preman Pasar Minggu sejak 1994 hingga 2001 itu mengatakan, tidak ada lagi penyewaan lahan seperti pernah dilakukan preman saat pedagang masih berjualan di jalan.

"Paling hanya dipungut uang kebersihan dan listrik, itu juga hanya Rp 1.000. Sudah nyamanlah, tempat tetap, pungutan juga kecil. Tapi, kalau untuk pedagang malam di dalam terminal, kurang tahu ya, soalnya beda yang menata," ujar Zaenudin, Selasa (20/8/2013).

Sebelumnya, para pedagang di pasar malam Pasar Minggu sempat memprotes adanya pungutan sebesar Rp 5.000 per hari. Pedagang menganggap pungutan itu terlalu besar, apalagi transaksi yang mereka jalankan masih kurang akibat penertiban relokasi pedagang dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, sudah dua hari ini tidak ada pungutan. Menurut Zaenudin atau biasa dipanggil Bang Zay, para preman yang dulunya menyewakan lahan kini turut membantu menata pasar dan tempat parkir. Mereka tidak memungut biaya, apalagi memaksa. Semuanya tergantung kesadaran pedagang yang menempati lahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Megapolitan
Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Megapolitan
Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Megapolitan
Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.