Kompas.com - 20/08/2013, 20:02 WIB
Pedagang karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, terlihat menjajakan dagangannya di trotoar, Rabu (14/8/2013). Mereka dibolehkan berdagang di trotoar sambil menunggu penempatan. Rahmat PatutiePedagang karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, terlihat menjajakan dagangannya di trotoar, Rabu (14/8/2013). Mereka dibolehkan berdagang di trotoar sambil menunggu penempatan.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 211 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Gembrong di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, akan direlokasi ke Pasar Gembrong Cipinang Besar dan Pasar Klender SS, Jakarta Timur.

"Jumlahnya 211 pedagang. Ada pedagang mainan, pedagang karpet, dan lainnya," kata Camat Jatinegara Syofian Taher dalam sosialisasi bersama pedagang Pasar Gembrong di Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2013).

Syofian mengungkapkan, sekitar 98 persen PKL yang akan direlokasi itu merupakan warga Cipinang Besar Selatan, sementara lainnya ada yang berasal dari Kelurahan Bidara Cina.

Mengenai mekanisme relokasi, Syofian menjelaskan, pihaknya memberikan formulir kepada PKL pada Selasa (20/8/2013) dan penentuan kios dilakukan pada Senin (26/8/2013). Setelah diisi dan dilengkapi dengan dokumen pendukung, formulir diserahkan ke kelurahan sebagai tanda pendaftaran.

"Nanti diundi, yang lebih dahulu (menyerahkan formulir) akan mendapatkan tempat yang lebih terang," ujar Syofian.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto mengatakan, relokasi PKL Pasar Gembrong merupakan bagian dari rencana membuat kawasan tersebut bebas dari kemacetan. Ia pun meminta PKL bersikap kooperatif. 

Mengenai sistem penyewaan kios, Krisdiyanto menjelaskan, setelah pedagang masuk pasar akan dibuat perjanjian yang menyatakan bahwa pedagang menggunakan kios secara gratis selama enam bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini harus permanen dan bersih karena keberadaan pedagang di trotoar menghalangi pejalan kaki sehingga kalau pejalan kaki berjalan di badan jalan dan tertabrak, yang salah kan kita semua," ujar Krisdiyanto pada kesempatan yang sama.

Dari 211 PKL itu, sebanyak 130 orang di antaranya merupakan penjual mainan, sementara lainnya merupakan pedagang karpet. Pedagang mainan akan direlokasi ke Pasar Gembrong Cipinang Besar, sementara pedagang karpet akan direlokasi ke Pasar Klender SS, Jakarta Timur.

Krisdiyanto berharap nantinya Pasar Gembrong akan berkembang menjadi sentra perdagangan mainan, sementara Pasar Klender SS berkembang menjadi sentra perdagangan karpet.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.