Kompas.com - 21/08/2013, 12:59 WIB
Sebuah kantor ekspedisi di Jalan KH Mas Mansur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak ada papan segel Pemprov DKI Jakarta, Kamis (11/7/2013). Penutupan dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat aktivitas bongkar muat di kantor tersebut. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHASebuah kantor ekspedisi di Jalan KH Mas Mansur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak ada papan segel Pemprov DKI Jakarta, Kamis (11/7/2013). Penutupan dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat aktivitas bongkar muat di kantor tersebut.
|
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Jalan Jati Baru sudah bersih dari pedagang kaki lima (PKL) yang sedang berproses masuk ke Pasar Blok G Tanah Abang. Namun, beberapa kantor ekspedisi yang terkena penertiban, masih nekat beroperasi.

Pantauan Kompas.com, beberapa kantor ekspedisi masih melakukan aktivitas bongkar muat di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejumlah kantor yang berada di sepanjang jalan tersebut masih beroperasi seperti biasa.

Selain itu, di depan Stasiun Tanah Abang masih terlihat parkiran liar. Sejumlah pengendara memarkir kendaraannya di badan jalan itu.

Ada juga rentetan motor pengojek di Jalan Jati Baru, tepatnya pada tikungan jalan yang mengarah ke Senen. Mereka mengetem kendaraannya di badan jalan sambil menunggu penumpang yang hendak keluar dari stasiun.

Aktivitas bongkar muat di kantor-kantor tersebut masih menjadi kendala dalam upaya pembenahan kawasan tersebut. Padahal, setelah pedagang kaki lima (PKL) ditertibkan, diharapkan kegiatan ekspedisi ini juga dibenahi.

Sejumlah kantor ekspedisi telah ditutup dan disegel karena dianggap menyalahi aturan dan mengganggu lalu lintas. Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, parkir liar dan kantor-kantor ekspedisi liar di tepi Jalan kerap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut.

Pristono menduga sebagian besar kantor ekspedisi di kawasan Tanah Abang tersebut tidak memiliki izin usaha. Hal itu dapat dilihat dari ketiadaan gudang dan lahan untuk bongkar muat barang di dalam area tersebut. Akibatnya, kantor ekspedisi itu melakukan aktivitas bongkar muat di badan jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Megapolitan
Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Megapolitan
Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di Dua Sekolah, Sebagian Siswa Kembali Belajar secara Daring

Kasus Covid-19 Ditemukan di Dua Sekolah, Sebagian Siswa Kembali Belajar secara Daring

Megapolitan
Duduk Perkara Yusuf Mansur Digugat 3 Pekerja Migran atas Program Tabung Tanah

Duduk Perkara Yusuf Mansur Digugat 3 Pekerja Migran atas Program Tabung Tanah

Megapolitan
Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.