PKL Pasar Gembrong: Di Dalam Adem, tapi Dagangan Enggak Laku

Kompas.com - 21/08/2013, 20:26 WIB
Pedagang karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, terlihat menjajakan dagangannya di trotoar, Rabu (14/8/2013). Mereka dibolehkan berdagang di trotoar sambil menunggu penempatan. Rahmat PatutiePedagang karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, terlihat menjajakan dagangannya di trotoar, Rabu (14/8/2013). Mereka dibolehkan berdagang di trotoar sambil menunggu penempatan.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang mainan kaki lima yang akan direlokasi ke Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara meminta Pemerintah Kotamadya Jakarta Timur meningkatkan daya tampung lahan parkir di tempat relokasi tersebut.

"Kendalanya cuma masalah parkir," ujar Fiki saat ditemui di lapak dagangan miliknya, di Pasar Gembrong, Rabu (21/8/2013) sore.

Fiki menuturkan, ia pernah pindah ke dalam Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara pada 2011. Saat itu, menurutnya, ia telah membayar uang sewa kios sebesar Rp 10 juta untuk dua kios selama enam bulan.

Namun, lanjut Fiki, setelah lima hari, ia kembali berjualan di pinggir jalan karena sepi pembeli. Menurutnya, calon pembeli tak banyak datang ke Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara karena lahan parkir kurang memadai.

"Saya cuma lima hari di sana. Enggak ada yang beli. Lima hari yang laku cuma tiga biji (mainan). Kalau (sekarang) boleh gratis, saya pilih relokasi ke (Pasar Klender SS). Parkir di sana luas," aku Fiki, yang tinggal di RT 12 RW 02 Cipinang Besar Utara.

Setelah kembali berjualan di pinggir jalan, Fiki mengaku bisa menjual 20 mainan per hari.

Senada dengan Fiki, pedagang mainan lain, Doni (49), meminta Pemkot Jakarta Timur melakukan survei dulu ke pasar sebelum menempatkan pedagang ke sana. Doni menyampaikan hal itu karena ia juga pernah direlokasi ke Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara pada 2011 dan membayar Rp 20 juta untuk dua kios selama enam bulan.

Menurut Doni, akan lebih baik jika lokasi parkir Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara ditempatkan di basement, yang saat ini juga dipakai berjualan.

"Minta tolong kalau bisa diperluas parkirnya. Di sana juga tempat parkirnya mesti muter-muter naik ke atas. Orang belum naik udah nabrak tembok duluan," ujar Doni.

Meski begitu, Doni mengaku tak akan menolak jika kembali pindah ke dalam Pasar Gembrong Cipinang Besar Utara.

"Orang pedagang di sini nurut semua. Di sana enak adem, cuma enggak laku. Mendingan kita jualan di jalan panas-panasan, tapi bisa laku," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Megapolitan
Polisi Usut Pengadangan Ambulans oleh Pengendara Motor di Depok

Polisi Usut Pengadangan Ambulans oleh Pengendara Motor di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X