Kompas.com - 22/08/2013, 17:03 WIB
Bengkel mebel di Rusun Jl.Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2013). Bengkel tersebut sudah menjadikan rusun itu sebagai tempat usaha sejak dua tahun lalu. Kompas.com/Estu SuryowatiBengkel mebel di Rusun Jl.Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2013). Bengkel tersebut sudah menjadikan rusun itu sebagai tempat usaha sejak dua tahun lalu.
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar tujuh tahun sudah rumah susun di Jalan Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, sepi penghuni. Padahal, kompleks hunian berisi enam blok tersebut memiliki fasilitas memadai.

Lahan parkir luas. Ada lapangan badminton dan lapangan basket. Ruang terbuka di antara blok juga luas dan bisa dilalui kendaraan roda empat.

Akses jalan menuju rusun mulus, meski untuk naik angkutan umum, penghuni harus berjalan sejauh 1,5 kilometer.

Rusun itu juga terletak tak sampai satu kilometer dari sebuah rumah sakit.

Melihat rusun berfasilitas memadai itu sepi, Ma'ruf memindahkan bengkel furnitur miliknya dari luar ke dalam kompleks rusun itu. Bengkel Ma'ruf mendapatkan listrik dari rumah warga di belakang kompleks rusun dengan cara menyambung kabel. Ma'ruf membayar listrik kepada warga tersebut.

"Kita ada bengkel di situ tadinya, dua tahun lebihlah pindah ke sini, soalnya kosong juga," kata anak Ma'ruf, Oman, Kamis (22/8/2013).

Bengkel Ma'ruf memproduksi sofa dan menerima order memperbaiki furnitur. Menurut Oman, pesanan yang mereka terima menjelang Lebaran 2013 naik dua kali lipat dibanding hari biasa.

Di kompleks rusun itu juga ada pabrik mebel. Pabrik mebel ini didirikan oleh pengusaha asal Semarang, Nur, sejak dua tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut seorang karyawan Nur, Dul, produksi pabrik mebel itu hanya dijual di wilayah Ibu Kota.

"Kitchen set seperti ini per meternya kita hargai Rp 2 juta," kata Dul sembari memotong multiplek 18 mm.

Oman dan Dul sama-sama mengaku sudah mengetahui rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merenovasi rusun itu dan menjadikannya tempat relokasi warga dari kawasan kumuh, misalnya warga bantaran Waduk Ria Rio, Pedongkelan, Jakarta Timur. Nantinya, rusun tersebut akan menggunakan sistem sewa.

Menurut Oman dan Dul, Ma'ruf dan Nur sama-sama siap pindah karena menyadari rusun itu bukan hak mereka. Oman mengatakan, Ma'ruf berencana memindahkan usaha bengkel furnitur ke Bekasi, sementara Dul hanya tahu bahwa Nur sudah punya tempat baru untuk usaha pabrik mebel.

Selain rusun Komarudin, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah rusun lain untuk warga bantaran Waduk Ria Rio, yaitu Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Pinus Elok, dan Marunda.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Megapolitan
Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Megapolitan
Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X