Kompas.com - 23/08/2013, 12:43 WIB
Sebuah truk bernomor polisi B 8039 DD terbakar di kilometer 39 Jati Asih arah Kampung Rambutan, Jumat (23/8/2013) KOMPAS.COM/J HERU MARGIANTOSebuah truk bernomor polisi B 8039 DD terbakar di kilometer 39 Jati Asih arah Kampung Rambutan, Jumat (23/8/2013)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
- Sebuah truk bernomor polisi B 8039 DD terbakar di kilometer 39 Jati Asih arah Kampung Rambutan, Jumat (23/8/2013) sekitar pukul 10.30. Penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik.

Api secara tiba-tiba muncul dari mesin kendaraan dan membuat sopir menempikan truk di lokasi kejadian. "Sebab kejadian menurut pengakuan pengemudi diperkirakan dari aliran arus pendek listrik," kata Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar M Jazuri, kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2013).

Truk yang bermuatan perangkat elektronik AC itu pun terbakar pada bagian bak dan menghanguskan muatan yang dibawanya. Jazari mengatakan, petugas pemadam kebakaran kemudian dihubungi untuk upaya pemadaman api pada truk yang terbakar itu di lokasi kejadian.

"Tindakan yang dilakukan mengamankan TKP dan mengatur lalu lintas. (Karena) Kepadatan sudah mencapai empat kilometer," ujar Jazuri.

Petugas informasi Jasa Marga Ferdi mengatakan akibat kejadian jalur dua dan tiga sejak peristiwa kebakaran terjadi sempat ditutup kurang lebih selama setengah jam. Tapi sekarang pada pukul 11.41 WIB, jalur sudah bisa dilalui kendaraan kembali.

"Sebelumnya ditutup total karena membahayakan sebab truk bermuatan barang elektronik," jelas Ferdi.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi mengamankan sopir untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara kendaraan rencananya akan dievakuasi dari lokasi kejadian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Megapolitan
PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Megapolitan
Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Megapolitan
Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Megapolitan
Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Megapolitan
Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Megapolitan
Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

Megapolitan
Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Megapolitan
Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X