Kompas.com - 23/08/2013, 16:54 WIB
Di warung jamu Jalan Remaja III, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, ini Rendi (49) menjual minuman keras buatannya. Toko tersebut kini ditutup setelah praktik jual beli miras oplosan oleh pelaku di lokasi terbongkar setelah jatuhnya korban. KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSDi warung jamu Jalan Remaja III, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, ini Rendi (49) menjual minuman keras buatannya. Toko tersebut kini ditutup setelah praktik jual beli miras oplosan oleh pelaku di lokasi terbongkar setelah jatuhnya korban.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Rendi (49), penjual minuman keras (miras) oplosan di Jalan Remaja III, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mencoba melakukan upaya bunuh diri di dalam tahanan Mapolres Metro Jakarta Pusat. Ia diduga mengalami depresi karena merasa bersalah atas kematian para pelanggannya.

"Ada sedikit percobaan bunuh diri, tapi sudah diantisipasi oleh petugas Polres (Jakarta Pusat) setempat. (Rendi) ada meminum parfum yang biasa, kayak parfum baju," kata pengacara pelaku, Riza Endriyana, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2013).

Riza mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (22/8/2013) siang. Rendi mengambil parfum yang didapatnya di dalam penjara dengan cara menyelinap. Beruntung upaya nekat pelaku tidak sampai membahayakan keselamatan jiwanya sendiri.

"Sudah diobati di rumah sakit yang dekat dengan Polres (Jakpus) itu. Sekarang sudah dikembalikan ke tahanan dan sudah bisa makan," ujar Riza.

Riza mengatakan, kliennya itu merasa bersalah atas korban yang tewas seusai menenggak minuman keras oplosan di warung jamu miliknya beberapa waktu lalu. Rendi tak menyangka perbuatannya berakibat jatuhnya korban jiwa.

"Nampaknya dihantui rasa bersalah kepada korban, ketika beliau tidak sengaja untuk membuat minuman sehingga membuat kematian. Dia sudah beroperasi selama hampir 20 tahun, tapi tiba-tiba ada masalah seperti ini," ujar Riza.

Istri dan anak dari pelaku juga sudah sempat membesuk Rendi yang kini meringkuk di balik sel tahanan akibat perbuatannya. Atas perbuatannya, pelaku terancam jerat pasal Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.