Belum Dapat Kios, PKL Tanah Abang Tagih Janji Jokowi

Kompas.com - 23/08/2013, 19:18 WIB
Seorang PKL Tanah Abang, Teza Suheriandi (26) menunjukan KTP DKI Jakarta miliknya. Ia protes, mengapa meski telah ber KTP Jakarta dan telah berjualan belasan tahun di Tanah Abang, hingga kini ia tak kunjung mendapat kios di Blok G. Sebanyak 76 PKL lainnya pun bernasib serupa dengan Teza. Kompas.com/ Estu SuryowatiSeorang PKL Tanah Abang, Teza Suheriandi (26) menunjukan KTP DKI Jakarta miliknya. Ia protes, mengapa meski telah ber KTP Jakarta dan telah berjualan belasan tahun di Tanah Abang, hingga kini ia tak kunjung mendapat kios di Blok G. Sebanyak 76 PKL lainnya pun bernasib serupa dengan Teza.
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 77 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendatangi Balaikota DKI Jakarta pada Jumat (23/8/2013) untuk mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena mereka belum mendapatkan kios di Blok G Pasar Tanah Abang meski telah mendaftar dan ber-KTP DKI.

Seorang PKL, Teza Suheriandi (26), mengatakan, dirinya dan puluhan PKL lain telah mendaftar sejak loket pendaftaran dibuka di lantai 4 Blok G pada 12-16 Agustus 2013.

"Kita ini ber-KTP DKI semua, saya jamin. Kata Pak Jokowi prioritas itu PKL yang KTP DKI. Tapi ini mana? Kita enggak dapat-dapat," ujarnya, di Balaikota, Jumat (23/8/2013).

Menurut Teza, ketika ia mendaftar pada 16 Agustus 2013, petugas pendaftaran memintanya kembali pada tanggal 19 Agustus 2013. Teza mengaku menuruti permintaan itu, tetapi tetap tak mendapatkan kepastian soal undian kios.

Teza mengatakan, ia sempat mengadukan masalah tersebut ke Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat. Namun, menurut Teza, petugas di Sudin KUKMP Jakarta Pusat menyarankannya ke Kecamatan Tanah Abang. Setelahnya, lanjut Reza, ia dipingpong.

"Dari kecamatan katanya ke PD Pasar Jaya. Tapi kata PD Pasar Jaya saya disuruh balik lagi ke Sudin KUKMP. Semua gila saya bilang ini," ujarnya.

"Tadi sudah ketemu sama orang Pemprov DKI. Bukti pendaftaran pertama saya diambil untuk data dia. Katanya tunggu sampai Senin (26/8/2013)," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X