Pedagang Tanaman Senayan: Pak Ahok, Minta Toleransilah...

Kompas.com - 26/08/2013, 07:41 WIB
Pedagang tanaman hias tengah memundurkan tanamannya sejauh dua meter dari batas trotoar di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/80/2013) sore. KOMPAS.com/RAHMAT PATUTIEPedagang tanaman hias tengah memundurkan tanamannya sejauh dua meter dari batas trotoar di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/80/2013) sore.
|
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
— Pedagang tanaman di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, keberatan memundurkan dagangannya dua meter dari trotoar. Mereka meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi toleransi agar tempat dagang mereka hanya mundur satu meter dari trotoar.

"Pak Ahoknya kasih toleransilah. Soalnya saya dagang di sini sudah puluhan tahun," ujar Njen (50), ketua kelompok tanaman hias Senayan, kepada Kompas.com, Minggu (25/8/2013).

Menurut Njen, trotoar yang digunakan untuk berjualan tanaman sangat kecil sehingga jika harus mundur dua meter, itu tidak mampu menampung barang dagangan mereka.

Njen mengatakan, diberlakukan peraturan seperti itu tidak masalah. Yang penting, kata dia, Basuki bisa memberikan kebijaksanaan kepada pedagang tanaman di Senayan.

Iwan (38), juga pedagang tanaman di Senayan, mengatakan hal senada. Menurutnya, pedagang di sana setuju soal kerapian seperti yang diinginkan Pemprov DKI Jakarta.

"Tapi, kalau bisa sih jangan dua meter, soalnya trotoarnya kecil. Kalau mundur dua meter, nanti abis dong tanamannya, kasihan pedagangnya," tawar Iwan.

Menurut Husen (45), pedagang tanaman di Senayan, sudah mundur satu meter saat zaman Gubernur DKI Jakarta dipegang Sutiyoso. Dia menegaskan bahwa pedagang tanaman hias di tempat itu justru membantu program pemerintah seperti penghijauan.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara pribadi ingin bertahan tetap berdagang tanaman hias. Dia tidak rela diusir karena sudah berdangang di tempat itu sejak dua puluh tahun lalu. "Kita juga tidak mengganggu penjalan kaki, kok."

Dia menyatakan siap digusur jika memang tidak boleh mundur hanya satu meter. Hanya, Basuki diminta menyediakan tempat relokasi. "Dia harus cari solusi juga, jangan main-main gusur aja. Habis mau cari kerja di mana kita," kata Husen.

Basuki sebelumnya mengatakan bahwa pedagang tanaman harus mundur dua meter. Jika salah satu dari pedagang tak mau mundur, seluruh pedagang akan diusir. Menurut dia, keberadaan pedagang tanaman hias memang membantu penghijauan, tetapi mereka mengganggu lahan pejalan kaki. Mereka juga disebutnya ikut menyumbang kemacetan di kawasan tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan oleh Bripka CS yang Baik Hati hingga Tinggalkan 2 Balita Itu Kini Telah Berpulang...

Korban Penembakan oleh Bripka CS yang Baik Hati hingga Tinggalkan 2 Balita Itu Kini Telah Berpulang...

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sebut PSI Cari Panggung dengan Rencana Interpelasinya terhadap Anies

Pimpinan DPRD DKI Sebut PSI Cari Panggung dengan Rencana Interpelasinya terhadap Anies

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Mandiri, 6.644 Perusahaan Daftar hingga Diharapkan Harga Terjangkau

Vaksinasi Covid-19 Mandiri, 6.644 Perusahaan Daftar hingga Diharapkan Harga Terjangkau

Megapolitan
TV hingga Motor Rusak akibat Terendam Banjir Hampir Sepekan, Warga Periuk: Rugi Kira-kira Rp 40 Juta

TV hingga Motor Rusak akibat Terendam Banjir Hampir Sepekan, Warga Periuk: Rugi Kira-kira Rp 40 Juta

Megapolitan
Kala Tunanetra Pedagang Kerupuk Tabrak Truk yang Rampas Jalurnya di Trotoar...

Kala Tunanetra Pedagang Kerupuk Tabrak Truk yang Rampas Jalurnya di Trotoar...

Megapolitan
Gerakan Sayur Gantung, Cara Warga Cilalung Tangsel Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Gerakan Sayur Gantung, Cara Warga Cilalung Tangsel Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Fakta Pengendara Moge yang Dilumpuhkan Paspampres, Terobos Kawasan Ring 1 hingga Dianggap Ancaman

Fakta Pengendara Moge yang Dilumpuhkan Paspampres, Terobos Kawasan Ring 1 hingga Dianggap Ancaman

Megapolitan
Pengendara Moge Terobos Kawasan Ring 1, Disebut Ancaman hingga Dilumpuhkan Paspampres

Pengendara Moge Terobos Kawasan Ring 1, Disebut Ancaman hingga Dilumpuhkan Paspampres

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut Vaksinasi Covid-19 Mandiri Langkah Awal Kembalikan Tingkat Kunjungan

Pengusaha Mal Sebut Vaksinasi Covid-19 Mandiri Langkah Awal Kembalikan Tingkat Kunjungan

Megapolitan
Kadin DKI Minta Pemerintah Jamin Kemanan dan Kehalalan Vaksin Mandiri

Kadin DKI Minta Pemerintah Jamin Kemanan dan Kehalalan Vaksin Mandiri

Megapolitan
Syahbandar Tanjung Priok Dukung Penerapan GeNose C19 di Pelabuhan

Syahbandar Tanjung Priok Dukung Penerapan GeNose C19 di Pelabuhan

Megapolitan
Kabel di Jalan Barito 1 Semrawut dan Menjuntai ke Jalan, Sopir: Truk Enggak Akan Muat

Kabel di Jalan Barito 1 Semrawut dan Menjuntai ke Jalan, Sopir: Truk Enggak Akan Muat

Megapolitan
Kabel Semrawut dan Menjuntai di Jalan Barito 1 Bakal Dipindahkan ke Bawah Tanah

Kabel Semrawut dan Menjuntai di Jalan Barito 1 Bakal Dipindahkan ke Bawah Tanah

Megapolitan
UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X