Kompas.com - 27/08/2013, 11:27 WIB
Tiket Harian Berjaminan hari ini, Kamis (22/8/2013), resmi diberlakukan. Sosialisasi yang kurang membuat penumpang tampak kebingungan di hari pertama pemberlakuannya. KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYUTiket Harian Berjaminan hari ini, Kamis (22/8/2013), resmi diberlakukan. Sosialisasi yang kurang membuat penumpang tampak kebingungan di hari pertama pemberlakuannya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau penumpang KRL Commuter Line pengguna Tiket Harian Berjaminan (THB) tidak perlu mengembalikan THB jika masih sering menggunakan KRL untuk berkegiatan sehari-hari.

"Dipakai saja seterusnya. Yang penting jangan sampai kartunya tidak terpakai sama sekali selama tujuh hari," saran Kepala Humas Daops I PT KAI Sukendar Mulya di Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Menurut Sukendar, sejauh ini mayoritas pengguna THB sudah mengerti dengan aturan pengguna THB. Sejauh ini, sejak diluncurkan pada Kamis (22/8/2013), sudah 400.000 THB yang dijual ke pasaran. Namun, dari 400.000, masih ada sekitar 30 persen penumpang yang masih belum mengerti dan mengembalikan THB setelah turun dari kereta.

Kondisi ini, kata Sukendar, menyebabkan loket penuh antrean penumpang yang ingin mengembalikan tiket sehingga menghambat penumpang yang ingin membeli tiket. "Hanya 30 persen yang balikin, padahal besoknya mau naik KRL lagi. Ini yang kita harapkan beberapa saat ke depan tidak terjadi lagi," harapnya.

THB merupakan tiket berjaminan Rp 5.000. Di sistem baru ini, penumpang tetap membayar biaya Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama, kemudian Rp 500 setiap tiga stasiun berikutnya. Namun, ditambah dengan Rp 5.000 sebagai uang jaminan.

Uang jaminan nantinya dapat diambil di stasiun tujuan. Namun, penumpang diberikan kelonggaran bahwa jika tidak diambil pada hari penggunaan THB, uang jaminan masih dapat diambil maksimal dalam tujuh hari ke depan.

Selama tujuh hari, penumpang yang belum mengambil uang jaminannya masih dapat membeli THB tanpa harus membayar lagi uang jaminan lagi. Dan, jika THB selalu digunakan, maka masa kelonggaran pengambilan uang jaminan akan diperpanjang lagi tujuh hari ke depannya, terhitung dari hari penggunaan kartu.

"THB dipakai dan dibeli hari Senin, maka uang Rp 5.000 bisa baru diambil hari Senin depannya. Tapi jika sebelum hari Senin, misalnya pas hari Rabunya THB sudah digunakan lagi, maka waktu refund diperpanjang hari Rabu depannya. Begitu seterusnya," jelas Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunnisa.

Pemberlakuan THB dimulai karena 800.000 tiket Single-Trip hilang setelah diluncurkan per 1 Juli 2013. Akibat hilangnya 800.000 tiket tersebut, PT KAI merugi hingga Rp 3 miliar.

Untuk penumpang KRL yang tidak mau menggunakan tiket berjaminan seperti THB, maka dapat menggunakan tiket Multi-Trip yang menggunakan sistem saldo. Dengan sistem tiket saldo ini, penumpang tak perlu lagi membeli tiket di depan loket, tetapi tinggal masuk ke gerbang elektronik dengan melakukan tapping. Nantinya saldo akan berkurang sesuai penggunaan tiket.

Adapun isi ulang tiket Multi-Trip tersedia di semua stasiun KRL se-Jabodetabek. Kartu perdana Multi-Trip dijual seharga Rp 20.000. Isi ulang kartu menyediakan beberapa nominal harga mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan dapat diisi sampai saldo maksimal Rp 1 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios 'Mama is My Hero' Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios "Mama is My Hero" Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Megapolitan
Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Megapolitan
Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Megapolitan
Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
'Mama is My Hero' Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

"Mama is My Hero" Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

Megapolitan
Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Megapolitan
Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.