Kompas.com - 28/08/2013, 13:38 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, warga Waduk Ria Rio harus pindah ke rusun saat Pemprov DKI Jakarta menata kawasan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan visi dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk membuat Jakarta menjadi kota modern.

"Prinsip Pak Gubernur sangat jelas. Kalau rusun sudah tersedia, Anda harus pindah. Itu yang dimaksud visi Pak Gubernur, Jakarta menjadi kota modern dan tertata rapi, tidak ada kawasan kumuh," kata Basuki saat ditemui dalam acara Rakor Penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta, di Gedung LPMJ, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/8/2013).

Basuki mengatakan, tidak mungkin pihaknya membiarkan warga Waduk Ria Rio melanggar peraturan dengan menduduki lahan milik Pemprov DKI Jakarta, kemudian dibiarkan secara terus-menerus. Meski demikian, warga tetap akan diperlakukan secara manusiawi dengan diberikan tempat tinggal baru.

"Artinya, kalau Anda tidak punya rumah, kita kasih rumah hanya dengan lima ribu sampai dengan enam ribu sehari," ujar Basuki.

Dengan tidak adanya penindakan, menurutnya, justru merupakan suatu pelanggaran hukum. Warga yang menolak untuk direlokasi dapat saja dipidanakan.

"Kalau tidak ada penegakan hukum di negara ini, rusak semua. Jadi bagi Pak Gubernur, selama masih ada rumah, kami sediakan. Kalau tidak bersedia, kami pidanakan," tegas Basuki.

Pemprov DKI Jakarta berencana mengosongkan area Waduk Ria Rio pada sisi timur waduk di RT 6 dan RT 7 di wilayah RW 15 yang ditempati sebanyak 350 keluarga. Sementara sisi barat waduk sendiri sudah dikosongkan sejak 2010, yang sebelumnya dihuni 500 keluarga.

PT Pulomas Jaya akan melakukan pengosongan di permukiman Waduk Ria Rio dalam jangka waktu dekat ini karena waduk akan dioptimalkan sebagai pengendali banjir kawasan Pulomas. Ditargetkan kawasan waduk itu kosong dari penduduk pada September tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senin Sore Ini Mulai Pukul 16.00, Kendaraan Dilarang Putar Balik di Bundaran HI

Senin Sore Ini Mulai Pukul 16.00, Kendaraan Dilarang Putar Balik di Bundaran HI

Megapolitan
Tenggelam Saat Berenang di Waduk Resapan di Kalideres, Seorang Bocah Ditemukan Tak Bernyawa

Tenggelam Saat Berenang di Waduk Resapan di Kalideres, Seorang Bocah Ditemukan Tak Bernyawa

Megapolitan
Sempat Tolak Perubahan Nama Jalan, Warga Tanah Tinggi: Sudah Ditetapkan, Saya Hanya Bisa Pasrah

Sempat Tolak Perubahan Nama Jalan, Warga Tanah Tinggi: Sudah Ditetapkan, Saya Hanya Bisa Pasrah

Megapolitan
Cabuli 4 Bocah di Cipondoh Tangerang, Pedagang Bubur Ditangkap Polisi

Cabuli 4 Bocah di Cipondoh Tangerang, Pedagang Bubur Ditangkap Polisi

Megapolitan
Jalan Rusak di Jatinegara Telan Korban Jiwa, Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk

Jalan Rusak di Jatinegara Telan Korban Jiwa, Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk

Megapolitan
Kata Wagub DKI Jakarta Ini Penyebab Dukuh Atas Kini Dipadati Remaja Citayam hingga Bojonggede dan Sekitarnya

Kata Wagub DKI Jakarta Ini Penyebab Dukuh Atas Kini Dipadati Remaja Citayam hingga Bojonggede dan Sekitarnya

Megapolitan
Polisi Tetapkan 3 Ustaz dan 1 Santri Senior Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati di Pondok Pesantren Beji Depok

Polisi Tetapkan 3 Ustaz dan 1 Santri Senior Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati di Pondok Pesantren Beji Depok

Megapolitan
Kawasan GDC Sering Dijadikan Arena Balap Liar, Pemkot Depok Bakal Pasang Pita Kejut

Kawasan GDC Sering Dijadikan Arena Balap Liar, Pemkot Depok Bakal Pasang Pita Kejut

Megapolitan
Sekeluarga Dikeluarkan dari Rusun karena Kasus Buang Bayi, Pengelola: Jika Anak Itu Besar di Sana, Apa Tak Di-bully?

Sekeluarga Dikeluarkan dari Rusun karena Kasus Buang Bayi, Pengelola: Jika Anak Itu Besar di Sana, Apa Tak Di-bully?

Megapolitan
Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Libatkan DPRD, Ketua Komisi A: Kami Tak Diajak Komunikasi

Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Libatkan DPRD, Ketua Komisi A: Kami Tak Diajak Komunikasi

Megapolitan
Inilah Sosok Ani, Emak-emak Tanah Abang yang Berani Tinju Kapolda Metro Jaya

Inilah Sosok Ani, Emak-emak Tanah Abang yang Berani Tinju Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Kasus Satu Keluarga Dikeluarkan dari Rusun Jatinegara Barat, Pengelola Sebut karena Anaknya Berbuat Kriminal

Kasus Satu Keluarga Dikeluarkan dari Rusun Jatinegara Barat, Pengelola Sebut karena Anaknya Berbuat Kriminal

Megapolitan
Formula E Jakarta 2023 Akan Digelar 2 Hari, Panitia Rencanakan 'Night Race'

Formula E Jakarta 2023 Akan Digelar 2 Hari, Panitia Rencanakan "Night Race"

Megapolitan
42.000 Hewan Kurban Sudah Masuk Jakarta, Anies: Insya Allah Aman dari PMK

42.000 Hewan Kurban Sudah Masuk Jakarta, Anies: Insya Allah Aman dari PMK

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Pembegal Bersenjata di Tajurhalang, Eksekutor Masih di Bawah Umur

Polisi Tangkap 4 Pembegal Bersenjata di Tajurhalang, Eksekutor Masih di Bawah Umur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.