Kompas.com - 29/08/2013, 17:56 WIB
Sebuah diskotik yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan di THR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (29/8/2013). Menurut pengelola, lahan yang digunakan untuk pusat perbelanjaan dan hiburan, menjadi aset milik swasta, bukan milik Pemprov DKI Jakarta Alsadad RudiSebuah diskotik yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan di THR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (29/8/2013). Menurut pengelola, lahan yang digunakan untuk pusat perbelanjaan dan hiburan, menjadi aset milik swasta, bukan milik Pemprov DKI Jakarta
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, mengatakan, tidak semua bangunan di THR Lokasari merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Atas dasar itulah, pengelola membantah jika memiliki pendapatan besar.

Kepala Pengelola THR Lokasari Raya Siahaan mengatakan, selama ini pengelola hanya mendapat pendapatan sekitar Rp 1 miliar. Sekitar Rp 500 juta di antaranya disetorkan ke Pemprov DKI dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD).

"Jadi PAD dibayarkan 50 persen dari keuntungan. Yang lain bukan milik kita, jadi jangan bilang semua duitnya ke pengelola," katanya saat ditemui, Kamis (29/8/2013).

Raya menjelaskan, bangunan-bangunan milik Pemrov DKI di tempat hiburan itu bukan merupakan sarana hiburan, melainkan gedung olahraga, kantor kelurahan, kantor pemadam kebakaran, kantor badan pengelola, 35 unit ruko, pengelolaan indekos di ruko C, serta lahan khusus untuk sektor usaha kecil menengah.

Ia menyebutkan, bangunan milik Pemprov berada di lahan seluas 24.251 meter persegi. Adapun lahan untuk pusat perbelanjaan dan hiburan, hotel, restoran, yang meliputi bisnis pusat hiburan malam, griya pijat, dan lainnya, menjadi aset milik PT Gemini Sinar Perkasa. Lahan perusahaan partikelir itu seluas 5.219 meter persegi, sedangkan 9.924 meter persegi lainnya digunakan oleh pengusaha-pengusaha perseorangan.

"Mulai sebagian diberikan waktu tahun 1984, zaman Gubernur R Suprapto. Dibebaskan karena DKI waktu itu enggak ada uang, jadi ditenderkan (lahannya) dan yang menang PT Gemini Sinar Perkasa," kata Raya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemprov DKI akan membeli sebagian lahan di tempat hiburan itu. Setelah itu, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X