Kompas.com - 30/08/2013, 08:32 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Relokasi warga di Waduk Ria Rio ke rumah susun sewa Pinus Elok terbilang sukses. Tak hanya Gubernur DKI Joko Widodo saja yang mengangkat piala kemenangan. Wali Kota, Camat dan Lurah, yang terjun langsung di dalam prosesnya, juga patut diacungi jempol.

Sejak wacana penataan kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, sekitar tiga bulan silam, tercatat Jokowi hanya satu kali mendatangi kawasan waduk. Itupun dikawal oleh beberapa petugas Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur. Jokowi tidak menemui warganya.

Jokowi selalu menyatakan bahwa urusan relokasi warga diurus Wali Kota, Camat hingga Lurahnya. Lantas, bagaimana para anak buah Jokowi itu melakukan pendekatan bagi warga yang dengan tegas menolak direlokasi ke rumah susun sewa?

"Perubahan memang butuh pengorbanan," ujar Wali Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto usai menemani Joko Widodo meninjau kesiapan rumah susun Pinus Elok bersama warga Waduk Ria Rio pada Kamis (29/8/2013) kemarin.

Perubahan butuh pengorbanan, memiliki dua arti bagi Wali Kota yang dilantik pertama kali di kawasan kumuh di Jakarta Timur itu. Di satu sisi ada pengorbanan para birokrat yang harus kerja ekstra meyakinkan warga. Di sisi lain tentu pengorbanan bagi warga target relokasi yang mau tidak mau, berubah hidupnya.

Krisdianto mengungkapkan, dirinya berkali-kali mendatangi warga waduk, mensosialisasikan penataan kawasan yang berimbas pada harus pindahnya mereka dari kawasan waduk tersebut.

"Intinya kita jelaskan, lahan itu milik PT Pulomas, BUMD yang dimiliki Pemprov. Berkali-kali kita datang ke sana menjelaskan ini program andalan gubernur untuk penataan kota DKI," ucapnya.

Pertama, tentu warga menolak. Warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, pedagang kaki lima dan sebagainya itu merasa khawatir hidup di rumah susun tak menjadikan kehidupan lebih baik. Maklum, berpuluh-puluh tahun mereka hidup di gubuk nestapa, tanpa sejahtera dan kejelasan.

"Itu yang susah buat orang Indonesia. Maunya serba enak. Maka itu harus ada pembelajaran bahwa menjadi enak, harus bertahap," ujarnya.

"Masyarakat ini kita bikin tertib dan teratur. Dari pada tinggal di daerah kumuh, sedikit-sedikit kebakaran, tak sehat, dipindahkan ke lingkungan yang lebih sehat," lanjut Kris setengah kesal.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah di Cilandak Hangus Terbakar, Diduga akibat Anak ODGJ Merokok di Kasur

Rumah di Cilandak Hangus Terbakar, Diduga akibat Anak ODGJ Merokok di Kasur

Megapolitan
Dindik Tangsel Belum Beri Sanksi ke Bocah Pelaku 'Bullying' dan Kekerasan di Serpong, Ini Alasannya

Dindik Tangsel Belum Beri Sanksi ke Bocah Pelaku "Bullying" dan Kekerasan di Serpong, Ini Alasannya

Megapolitan
Tak Terima Ditegur Merokok, Pria di Bintara Bekasi Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Tak Terima Ditegur Merokok, Pria di Bintara Bekasi Bunuh Kakak Ipar Pacarnya

Megapolitan
Sekjen PAN Eddy Soeparno Diperiksa Terkait Laporan terhadap Kuasa Hukum Ade Armando

Sekjen PAN Eddy Soeparno Diperiksa Terkait Laporan terhadap Kuasa Hukum Ade Armando

Megapolitan
Seorang Perempuan Alami Pelecehan Seksual di JPO Kuningan, Pelaku Ditangkap Warga

Seorang Perempuan Alami Pelecehan Seksual di JPO Kuningan, Pelaku Ditangkap Warga

Megapolitan
Tembok Roboh di Cengkareng, 4 Orang Terluka, Salah Satunya Balita 2 Tahun

Tembok Roboh di Cengkareng, 4 Orang Terluka, Salah Satunya Balita 2 Tahun

Megapolitan
4 Jalur dan Kuota PPDB SMA-SKh 2022 di Kota Tangerang

4 Jalur dan Kuota PPDB SMA-SKh 2022 di Kota Tangerang

Megapolitan
Momen Haru Korban Luka Kecelakaan Bus di Ciamis Kembali ke Rumah dan Bertemu Keluarga

Momen Haru Korban Luka Kecelakaan Bus di Ciamis Kembali ke Rumah dan Bertemu Keluarga

Megapolitan
UPDATE 22 Mei: Tambah 13 Kasus Covid-19 di Tangsel, 20 Pasien Sembuh

UPDATE 22 Mei: Tambah 13 Kasus Covid-19 di Tangsel, 20 Pasien Sembuh

Megapolitan
4 Fakta Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan

4 Fakta Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan

Megapolitan
UPDATE 22 Mei: Tambah 4 Kasus Covid-19 di Depok, 145 Pasien Dirawat

UPDATE 22 Mei: Tambah 4 Kasus Covid-19 di Depok, 145 Pasien Dirawat

Megapolitan
Kecelakaan Bus di Ciamis yang Tewaskan Peziarah Asal Sukamulya Tangerang dan Dugaan Sopir Lalai...

Kecelakaan Bus di Ciamis yang Tewaskan Peziarah Asal Sukamulya Tangerang dan Dugaan Sopir Lalai...

Megapolitan
Unggah Video Pengemudi Pajero Marahi dan Tampar Sopir Yaris, Sahroni: Arogan Banget

Unggah Video Pengemudi Pajero Marahi dan Tampar Sopir Yaris, Sahroni: Arogan Banget

Megapolitan
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Lengkap Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi Hari Ini, Senin 23 Mei 2022

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Lengkap Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi Hari Ini, Senin 23 Mei 2022

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi 23-28 Mei 2022

Jadwal dan Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi 23-28 Mei 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.