TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.000 surat suara bertulis huruf braille disediakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2013-2018 yang akan berlangsung pada Sabtu (31/8).

Surat suara khusus itu sudah didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara yang tersebar di 13 kecamatan.

”Kami siapkan lembar surat suara jenis braille untuk mengakomodasi pemilih tunanetra,” kata Ketua Pokja Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Agus Supadmo, Kamis.

Pada lembar surat suara braille tidak tertera gambar pasangan calon, tetapi hanya berupa tulisan. ”Kertas suara umumnya ada gambar para pasangan calon. Sementara khusus penyandang cacat mata berupa tulisan,” ujar Agus.

Jumlah kertas suara braille itu dibagi sesuai kebutuhan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Jika di suatu TPS ada kekurangan, KPU dapat menyuplai dari TPS lain.

Sebelumnya, KPU Provinsi Banten telah mendistribusikan sebanyak 1,2 juta surat suara untuk kebutuhan 1.161.855 pemilih dan menambah 1.000 surat suara braille.

Ada lima pasang calon yang akan bertarung dalam Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, yaitu Harry Mulya Zein-Iskandar (nomor urut satu), Abdul Syukur-Hilmi Fuad (2), Dedi Miing Gumelar-Suratno Abu Bakar (3), Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto (4), dan Arief R Wismansyah-Sachrudin (5).

Sementara itu, atribut-atribut kampanye dari pasangan calon yang seharusnya sudah dibersihkan sejak Rabu, saat memasuki masa tenang masih banyak terlihat di tempat umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atribut kampanye masih terlihat, misalnya, di Jalan MH Thamrin Kebon Nanas, Hasyim Ashari, Cipto Mangunkusumo, Raden Fatah, Raden Saleh, Imam Bonjol Karawaci, dan Gatot Subroto Jatake.

”Memang masih banyak atribut yang belum dicopot dan personel akan kami terjunkan kembali hari ini untuk membersihkan,” kata anggota panitia pengawas Kecamatan Cibodas, Sujud Prabowo.

Ketua Pokja Kampanye dan Sosialisasi KPU Provinsi Banten Syaiful Bahri juga melarang semua pasangan calon berkampanye pada hari tenang. (PIN)