Kompas.com - 30/08/2013, 15:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meluncurkan pembangunan MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (2/5/2013). KOMPAS. com/Indra AkuntonoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meluncurkan pembangunan MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjelaskan pertimbangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyuntikkan modal kepada PT Mass Rapid Transit (MRT) kepada anggota DPDR DKI. Menurutnya hal itu terkait dengan upaya dalam menyelesaikan masalah kemacetan DKI.

"Penyertaan modal pada MRT harus diberikan," ujarnya di depan puluhan Anggota DPRD Jakarta di ruang rapat pada Jumat (30/8/2013) sore.

Rapat itu adalah rapat paripurna antara eksekutif dan legislatif terhadap rancangan peraturan daerah Provinsi DKI Jakarta tentang anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2013, Pajak Rokok, Pembentukan Peraturan Daerah dan Penyertaan Modal Pemprov DKI kepada beberapa BUMD milik DKI Jakarta.

Jokowi menjelaskan, penyertaan modal wajib diberikan dengan latar belakang kondisi transportasi di Ibu Kota yang tergolong tertinggal jauh dari beberapa negara, seperti Singapura dan Malaysia. Kondisi itu digadang-gadang penyebab macet.

"MRT adalah program Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan. Sudah 20 tahun lebih, rencana pembangunan MRT tidak berjalan baik," ujarnya.

Selain mengatasi kemacetan, lanjut Jokowi, pembangunan megaproyek senilai 125miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun tersebut diharapkan merangsang pertumbuhan ekonomi di sektor lain, yakni bidang jasa serta bisnis properti perumahan.

"Oleh sebab itu kinerja PT MRT harus ditingkatkan. Salah satunya dengan menambah modal perseroan sesuai dengan peraturan ada," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga pukul 15.15, baru Fraksi PDI Perjuangan yang menyetujui penjelasan eksekutif. Sedangkan, fraksi lainnya masih dalam tahap pembacaan.

Pengerjaan proyek MRT dibagi menjadi delapan paket konstruksi sipil. Rinciannya, tiga konstruksi sipil bawah tanah (underground) yaitu Jalan Sisimangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia, tiga konstruksi sipil layang yaitu Lebak Bulus hingga Al Azhar dan dua paket pengadaan sistem dan rolling stock.

Dari delapan paket tersebut, enam paket sudah dilakukan lelang tender terlebih dahulu, yakni tiga paket bawah tanah dan tiga paket MRT layang. Konstruksi sipil MRT bawah tanah dikerjakan terlebih dahulu pada bulan Oktober 2013 yang akan datang, karena waktu pembanguna lebih lama dibandingkan dengan konstruksi layang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembocakan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.