Jokowi-Basuki Hapus Anggaran Promosi Miss World 2013

Kompas.com - 30/08/2013, 17:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, didampingi Direktur Kompas.com Taufik H Mihardja (kiri) saat tiba di acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Joko Widodo, didampingi Direktur Kompas.com Taufik H Mihardja (kiri) saat tiba di acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013).
|
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan anggaran untuk promosi kontes kecantikan Miss World 2013 karena anggaran tersebut dipusatkan di Bali. Anggaran itu akan dikembalikan ke kas DKI dan digunakan untuk melaksanakan program pariwisata dan budaya yang lain.

"Ya, anggarannya Rp 18 miliar, tapi karena (acara Miss World) tak diselenggarakan di Jakarta, tak jadi diberikan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman, Jumat (30/8/2013).

Peniadaan anggaran untuk Miss World 2013 itu dibahas dalam rapat paripurna antara Pemprov DKI dan DPRD DKI tentang rancangan peraturan daerah Provinsi DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Jumat (30/8/2013) siang.

Fraksi PDI Perjuangan menyarankan Pemprov DKI menggunakan anggaran itu untuk program yang bersentuhan langsung dengan rakyat, antara lain Kartu Jakarta Pintar dan rehabilitasi sekolah.

"Fraksi PDI Perjuangan mendukung pengurangan atau peniadaan anggaran belanja promosi acara Miss World 2013," ujar anggota DPRD DKI Fraksi PDI-P Bimo Hastoro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Kisah Hidup Sulit Friedrich Silaban | Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Guru

[POPULER JABODETABEK] Kisah Hidup Sulit Friedrich Silaban | Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Guru

Megapolitan
Friedrich Silaban, Seorang Nasrani yang Pelajari Wudu dan Shalat Demi Rancang Masjid Istiqlal

Friedrich Silaban, Seorang Nasrani yang Pelajari Wudu dan Shalat Demi Rancang Masjid Istiqlal

Megapolitan
Depok Catat 3.844 Warga Masih Positif Covid-19 Saat Ini

Depok Catat 3.844 Warga Masih Positif Covid-19 Saat Ini

Megapolitan
BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jakarta Hari Ini

BMKG: Waspadai Hujan yang Disertai Petir di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Saaat Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Tertahan Rombongan Presiden

Saaat Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Kabupaten Bekasi Tertahan Rombongan Presiden

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Mulai Dilgelar di GBK Hari Ini

Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Mulai Dilgelar di GBK Hari Ini

Megapolitan
Ada 15.876 Korban Banjir di Kota Tangerang, Hanya 200 Pengungsi yang Dites Swab PCR

Ada 15.876 Korban Banjir di Kota Tangerang, Hanya 200 Pengungsi yang Dites Swab PCR

Megapolitan
UPDATE 24 Februari: Ada 43 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya Kini 7.105

UPDATE 24 Februari: Ada 43 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya Kini 7.105

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Kota Tangerang, Peserta Terbanyak Guru SD hingga SMP

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 di Kota Tangerang, Peserta Terbanyak Guru SD hingga SMP

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Kota Bogor Dimulai Pekan Depan, 34.785 Pelayan Publik Jadi Prioritas

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Kota Bogor Dimulai Pekan Depan, 34.785 Pelayan Publik Jadi Prioritas

Megapolitan
Terjebak di Lift Stasiun Jatinegara, Penumpang KRL Keluhkan Voice Call yang Mati

Terjebak di Lift Stasiun Jatinegara, Penumpang KRL Keluhkan Voice Call yang Mati

Megapolitan
Kuasa Hukum: Belum Ada Keterangan Saksi yang Buktikan John Kei Lakukan Pembunuhan Berencana

Kuasa Hukum: Belum Ada Keterangan Saksi yang Buktikan John Kei Lakukan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Minta Kasus Pencurian Ponselnya Dihentikan, Selebgram Ajudan Pribadi Juga Beri Uang ke Pelaku

Minta Kasus Pencurian Ponselnya Dihentikan, Selebgram Ajudan Pribadi Juga Beri Uang ke Pelaku

Megapolitan
Pencurian Motor di Tamansari Terekam Kamera CCTV, Seorang Pelaku Pakai Atribut Ojol

Pencurian Motor di Tamansari Terekam Kamera CCTV, Seorang Pelaku Pakai Atribut Ojol

Megapolitan
Pemprov DKI Umumkan 782 Kasus Baru Covid-19, Belum Semua Data Dilaporkan

Pemprov DKI Umumkan 782 Kasus Baru Covid-19, Belum Semua Data Dilaporkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X