Kompas.com - 02/09/2013, 08:12 WIB
Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak dari luar, Selasa (20/80/2013). KOMPAS.com/RAHMAT PATUTIEPasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak dari luar, Selasa (20/80/2013).
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Senin (2/9/2013) pagi, dijadwalkan meresmikan Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebagian pedagang eks pedagang kaki lima yang mendapatkan kios di Blok G Pasar Tanah Abang, kemarin, mulai merapikan kios-kios mereka.

Hari ini pula menjadi hari yang menentukan karena aktivitas berjualan akan dimulai secara penuh. Jokowi mengatakan, pedagang yang menempati Pasar Blok G Tanah Abang sudah bisa beraktivitas dengan normal mulai Senin ini. ”Besok sudah siap semuanya,” kata Jokowi, Minggu kemarin.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan, fasilitas pendukung di Pasar Blok G terus diperbaiki supaya pedagang dan pembeli sama-sama nyaman. Dengan demikian, pasar tersebut semakin ramai dan PKL tidak lagi kembali ke jalan. Jokowi juga menyatakan akan gencar mempromosikan Pasar Blok G agar lebih banyak orang datang untuk berbelanja.

Tidak tergoda ke jalan

Hendri, salah satu pedagang pakaian yang mendapatkan kios di lantai tiga, merasakan keramaian perdagangan baru beberapa hari terakhir. Dia berharap, perdagangan di Blok G ini bisa ramai agar para pedagang tidak tergoda lagi turun ke jalan dan membuka lapak di pinggir jalan seperti yang terjadi pada 2004.

Sementara itu, masih ada sejumlah PKL yang mengaku kesulitan mendapatkan kios di sana. Herman, bekas PKL Tanah Abang, mengatakan, dia tidak mendapatkan kios di Blok G meskipun sudah berulang kali mendaftar.

”Saya sudah datang ke tempat pendaftaran sesuai jadwal. Beberapa kali nama saya didata petugas, tetapi ternyata saya tidak dapat kios juga,” kata Herman, yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Tanah Abang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Herman juga menyayangkan adanya sejumlah pedagang yang bukan eks PKL Tanah Abang, tetapi mendapatkan kios di Blok G. ”Mereka dapat kios, tetapi kami malah tidak,” katanya.

Pada Senin ini, menurut rencana, PD Pasar Jaya juga akan mengundi tempat berdagang bagi para PKL di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sampai akhir pekan kemarin, sudah ada 276 PKL yang terdaftar. Semua PKL diupayakan dapat ditampung di lokasi yang telah disiapkan.

”Kami akan selalu mengawasi agar selalu transparan dan bebas pungli,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Rustam Effendi.

Pengundian tempat pedagang berdasarkan jenis dagangan. Pedagang sayur ditempatkan di lantai satu dan dua Blok B, sementara pedagang pakaian dan barang nonkonsumsi di lantai satu Blok C. Pedagang yang tidak tertampung di Lokasi Binaan Pasar Minggu juga akan ditempatkan di sana. (FRO/ART/NEL)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Megapolitan
RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

Megapolitan
LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

Megapolitan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Megapolitan
Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Megapolitan
UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Megapolitan
Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Megapolitan
Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Megapolitan
Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Megapolitan
Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Megapolitan
Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Megapolitan
Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.