Undian Lapak Pasar Minggu Diwarnai Protes Pedagang

Kompas.com - 03/09/2013, 06:46 WIB
Pengundian lahan dagang di lantai 1 blok C, dihiasi dengan protes warga mengenai kesalahan jenis barang dagangan dan juga ketidak.adaan.nama mereka dalam daftar pedagang yang telah berdagang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPengundian lahan dagang di lantai 1 blok C, dihiasi dengan protes warga mengenai kesalahan jenis barang dagangan dan juga ketidak.adaan.nama mereka dalam daftar pedagang yang telah berdagang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian pedagang telah mendapat nomor lahan yang akan digunakan untuk berdagang di Lantai 1 Blok C Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, sebagian pedagang memprotes karena namanya tak ada atau jenis dagangannya berbeda.

"Saya sudah cari nama saya di papan, tapi enggak ada. Saya udah daftar, tapi enggak ada yang telepon atau SMS untuk datang hari Sabtu atau Senin (kemarin). Hari ini saja saya datang dikasih tahu teman-teman saya," ujar Endang, pedagang sayur di Pasar Minggu, Senin (2/9/2013).

Sejumlah pedagang juga memprotes jenis dagangan yang tidak sesuai di daftar undian dengan dagangan yang mereka jual. Mereka kembali memprotes pengurus pasar dan meminta kejelasan nasib mereka kelak. "Saya jual sayur, masak jadi dagang sepatu, " ujar Dinem, pedagang sayur yang akan mengikuti undian.

Kepala PD Pasar Jaya Pasar Minggu Ruyani mengatakan, pedagang yang namanya tak tercantum dalam daftar undian kemungkinan adalah pedagang yang berada di lokasi binaan Pasar Minggu. "Kalau jenis dagangannya berubah, itu mungkin karena orang capai, kerja malam salah ketik, wajar lah. Gampang itu, tinggal kita switch saja sama pedagang lain," ujar Ruyani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X