Kompas.com - 03/09/2013, 14:00 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan spanduk KOMPAS/AGUS SUSANTOPengendara sepeda motor melintas di depan spanduk "Tolak Upah Murah - Bela Keadilan" yang dipasang di pagar sebuah pabrik di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/5). Buruh terus bergerak menolak upah buruh murah dan penghapusan sistem "outsourcing".
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mengadakan diskusi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, sejumlah buruh keluar dengan senyum lebar. Mereka mengatakan, Basuki akan segera mendiskusikan tuntutan mereka.

"Ahok (Basuki) menyampaikan menerima apa yang kita minta. Katanya tidak layak kalau (upah) Rp 2 juta. Ahok ingin rakyatnya sejahtera," kata Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Husni di halaman Balaikota Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Husni mengatakan, buruh meminta tiga item dalam kenaikan upah tersebut, antara lain biaya sewa rumah, yang tadinya satu petak menjadi tiga petak. Buruh juga menuntut kenaikan ongkos transportasi mereka. Husni mengatakan, jika sebelumnya buruh hanya bisa naik satu angkot, dengan kenaikan upah ini buruh jadi bisa naik transjakarta plus ojek. Terakhir, buruh meminta biaya listrik ditambah.

"Ahok belum menjanjikan. Tapi dia akan mengusahakan dan mendiskusikan," kata Husni.

Husni menambahkan, buruh akan menunggu realisasi sampai akhir bulan Oktober nanti. Jika tak kunjung ada jawaban, maka buruh akan melakukan berunjuk rasa besar-besaran dan mogok nasional.

Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mereka menuntut kenaikan upah menjadi Rp 3,7 juta. Husni mengatakan, khusus untuk di Jakarta, buruh menuntut kenaikan upah sebesar 68 persen, sedangkan untuk daerah lain sebesar 50 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.