Kompas.com - 04/09/2013, 17:53 WIB
Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak dari luar, Selasa (20/80/2013). KOMPAS.com/RAHMAT PATUTIEPasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak dari luar, Selasa (20/80/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com 
— Hampir semua pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi ke Blok G sudah mulai membuka kiosnya. Meski baru buka beberapa hari, sebagian dari para pedagang mengaku dagangannya mulai laris manis.

Fadjri (27), salah satu pedagang di lantai dua Blok G PD Pasar Jaya, mengaku bahwa bisnis busana Muslim sudah mulai dilirik pembeli. Sejak berjualan dua hari lalu, dagangannya mulai laku pembeli. "Lumayanlah, laris," kata Fadjri saat ditemui Kompas.com di Blok G PD Pasar Jaya, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2013).

Kini, ia pun merasa lebih tenang berjualan lantaran telah memiliki status yang jelas. Hal ini tentu sangat berbeda ketika dirinya masih berjualan di pinggir jalan Pasar Tanah Abang. Ia juga tidak lagi mengkhawatirkan kehadiran preman-preman yang sering meminta jatah uang ketika masih berdagang di jalanan. 

"Tempatnya enak. Kalau di bawah kan punya preman dan bayar. Kalau di sini kan kita PD (percaya diri) jualan ya. Intinya sih sekarang seneng," ujar pria asli Betawi ini.

Hal serupa dirasakan Faisal (31), pedagang pakaian dalam, baju, dan celana laki-laki. Ia mengungkapkan kegembiraannya di tempat baru karena sudah mendapat keuntungan untuk menutupi keperluan sehari-hari keluarga.

"Laris-laris sih ada. Kalau keuntungan, yang penting kita sudah ada laris, nutupin keseharianlah," kata Faisal yang baru berjualan pada Senin (2/9/2013) di lantai dua Blok G.

Di tempat baru, Faisal menaruh harapan besar. Yang penting, menurutnya, perlu ada pengawasan yang konsisten agar PKL tidak memiliki ruang di jalanan. Jika begitu, Blok G juga akan tetap ramai dikunjungi calon pembeli. "Kalau tidak, pengunjung malas ke sini," kata pria warga Kebon Kacang, Tanah Abang, ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebahagiaan pun dirasakan Ing (50), pedagang celana panjang perempuan. Ia menuturkan, barang dagangnya sudah mulai dilirik pembeli. "Sudah laris. Lanjutkan aja," kata Ing yang sudah tiga hari lalu berjualan di lokasi baru tersebut.

Tentu tak semua pedagang bernasib sama. Anggi (20), penjual seragam sekolah di lantai tiga Blok G, mengaku dagangannya belum satu pun terjual. "Selama tiga hari buka, belum ada satu pun pembeli," kata Anggi.

Pasar Blok G Tanah Abang menjadi tempat baru bagi PKL yang semula berjualan di tepi jalan di kawasan Pasar Tanah Abang. Sebanyak 1.100 kios di Pasar Blok G telah terisi sepenuhnya. Di lokasi baru tersebut, sejumlah fasilitas diperbaiki, bahkan ada yang ditambahkan, seperti akses internet Wi-Fi, sarana bermain anak, tempat parkir, serta penghijauan di sekitar pasar. Akan dibangun pula galeri anjungan tunai mandiri.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Diduga Korsleting Listrik, Motor Bak Terbuka Terbakar di Pondok Indah

Megapolitan
Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Saat Terduga Pelaku Penganiayaan Nicholas Sean Bebas dari Jerat Hukum, tapi Korban Terancam

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Kecelakaan Berulang Transjakarta Berujung Penghentian Sementara 2 Operator Bus

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 39 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Desember: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Uji Coba Ganjil Genap di Depok, Enam Titik Pemeriksaan Disiapkan

Megapolitan
Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Saat Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Depok Timbulkan Kemacetan Panjang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.