Warga Fatmawati Pertanyakan Ucapan Basuki soal Sempadan Bangunan

Kompas.com - 06/09/2013, 20:26 WIB
Pedagang dari Pasar Blok A, Pasar Mede, dan Pasar Cipete yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) berunjuk rasa di depan Pasar Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2012). Mereka menolak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) layang yang akan melintas di Jalan Fatmawati Raya dan mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk membangun jalur MRT bawah tanah. Salah satu alasan penolakan adalah pembangunan MRT layang akan mengusur kawasan pasar menjadi area park and ride. 

KOMPAS/LASTI KURNIAPedagang dari Pasar Blok A, Pasar Mede, dan Pasar Cipete yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) berunjuk rasa di depan Pasar Blok A, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2012). Mereka menolak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) layang yang akan melintas di Jalan Fatmawati Raya dan mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk membangun jalur MRT bawah tanah. Salah satu alasan penolakan adalah pembangunan MRT layang akan mengusur kawasan pasar menjadi area park and ride.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, membantah pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengatakan 180 bangunan di kawasan tersebut melanggar garis sempadan bangunan (GSB). Menurut mereka, jika warga Jalan Fatmawati melanggar GSB, seharusnya Basuki melihat juga rumah-rumah di kawasan Kemang dan Pondok Indah.

"Diam saja tuh Pondok Indah, kok diam saja tuh Kemang," kata perwakilan warga, Lieus Sungkharisma, Jumat (6/9/2013).

Lieus mengatakan, dia tidak paham ancaman yang dilontarkan Basuki. Menurutnya, tidak ada yang berbeda antara GSB di kawasan Fatmawati, Kemang, dan Pondok Indah. Selain itu, kata Lieus, kalaupun bangunan di Fatmawati menyalahi GSB, seharusnya pejabat di pemerintahan terdahulu yang seharusnya disalahkan.

"Ini tahun berapa bangunnya, semua sudah ada izin. Kalau ternyata tak ada izin, salahkan pejabat yang dulu berikan izin," ujarnya.

Pada Mei lalu, Basuki sempat melontarkan ancaman akan membongkar 180 bangunan di Jalan Fatmawati yang melanggar GSB. "Kita sudah punya data 180 lebih bangunan yang melanggar GSB. Kita akan bongkar nanti," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (15/5/2013).

GSB merupakan garis yang menentukan jarak terluar bangunan terhadap ruas jalan. Pemilik bangunan dilarang keras membangun melebihi batas GSB yang sudah ditentukan. Besarnya GSB bergantung pada lebar jalan di depan bagunan. Semakin lebar jalan, jarak GSB pun lebih besar dibandingkan jalan yang mempunyai jalan yang lebih sempit.

Sebagian warga Fatwamati, termasuk Lieus, menolak rencana pembangunan jalur layang mass rapid transit dari Jalan Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus. Mereka menyatakan bahwa Basuki pernah berjanji bahwa jalur MRT itu sebaiknya dibangun di bawah tanah.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Megapolitan
Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Megapolitan
Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Megapolitan
Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Megapolitan
Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Megapolitan
Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X