Kompas.com - 08/09/2013, 16:30 WIB
Direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya merilis barang bukti 10,576 kg sabu dan 500 butir ekstasi dengan nilai Rp 22 miliar dari tujuh orang tersangka, di kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2013). TRIBUNNEWS/HERUDINDirektorat Resnarkoba Polda Metro Jaya merilis barang bukti 10,576 kg sabu dan 500 butir ekstasi dengan nilai Rp 22 miliar dari tujuh orang tersangka, di kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2013).
Penulis Windoro Adi
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu kamar di lantai 32 Tower "A" Apartemen Mediterania, di Jalan Gajah Mada, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar), dijadikan industri rumahan sabu. Dari tempat itu, satuan Unit Narkoba Polres Jakbar, meringkus pemuda AG (26) yang diduga juru masak sekaligus pemilik puluhan kilogram bahan baku sabu yang berada di kamar apartemen.

Menurut Kapolres Jakbar Komisaris Besar Fadil Imran, setiap hari, tersangka AG, memproduksi sabu sekurangnya 50 gram per hari dengan omset sekitar Rp 40 juta. Asumsinya, setiap dua gram bernilai Rp 2 juta.

"Untuk menghindari polisi, tersangka memproduksi sabu sesuai pesanan," tutur Fadil saat melakukan rekonstruksi penggerebekan di lokasi, pukul 21:00, Sabtu (7/9).

Saat digeledah pada Sabtu (7/9) pagi sekitar pukul 05:00, AG seorang diri di kamarnya. "Kami masih mengejar beberapa kawannya. Kami masih akan kembangkan kasus ini," tegas Fadil. Salah seorang pelaku lain yang masih buron, BW, sudah diketahui identitasnya.

Fadil menjelaskan, area peredaran tersangka tersebar di kawasan hiburan malam di Jakarta. "Kami masih mendalami kemungkinan jaringan ini terkait dengan jaringan internasional," ujar Fadil.

Kasat Narkoba Polres Jakbar, Ajun Komisaris Besar Gembong Yudha menambahkan, selain sejumlah bahan sabu dari apartemen yang disewa AG selama dua bulan terakhir, polisi juga menyita ratusan kilo sabu cair yang siap diproduksi beserta peralatan laboratorium, bong mika, penyuling dan berbagai bahan kimia lainnya.

"Para pelaku menyimpan sabu cair di lemari pendingin agar awet. Saat mendapat pesanan, sabu cair diolah dan dengan cepat bisa memenuhi pesanan," papar Gembong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat dimintai keterangan, AG mengaku kalau dirinya tidak bekerja seorang diri. Pemuda asal Medan ini menyangkal dirinya pemilik puluhan bahan pembuat sabu. "Saya bukan pemasak. Saya cuma petugas administrasi saja. Ada dua kawan lagi yang punya barang ini," ucap AG seperti dikutip Gembong.

Salah seorang tetangga penghuni apartemen yang sama, Franz (41) mengakui, sejak dua bulan belakangan, dari kamar tetangganya selalu terdengar suara aneh. "Gak siang, pagi, atau malam, ada suara tok tok tok kayak bunyi kayu," ungkap pria yang tinggal di kamar 3207 itu.

"Anehnya lagi, kalau tengah malam, cukup keras terdengar suara pengering rambut dari kamar itu," ucapnya saat dihubungi. Ia mengaku pernah bertemu AG di lift. "Usianya sekitar 30-40 tahun," ungkapnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.