Dul Pergi Malam Hari, Bagaimana Kewajiban Ahmad Dhani? - Kompas.com

Dul Pergi Malam Hari, Bagaimana Kewajiban Ahmad Dhani?

Kompas.com - 09/09/2013, 10:44 WIB
KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Mobil Lancer B 80 SAL (kanan) yang dikemudikan putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, AGJ (13) dan Daihatsu Gran Max B 1349 TFM dalam kondisi ringsek akibat kecelakaan di Tol Jakarta-Bogor, Minggu (8/9/2013). Kedua bangkai kendaraan berada di Satlantas Wilayah Jakarta Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com — Putra bungsu musisi Ahmad Dhani, AQJ alias Dul, terlibat kecelakaan yang menewaskan enam orang dan menimbulkan korban luka lainnya di Tol Jagorawi Km 8+200, Minggu (8/9/2013) dini hari. Karena usianya masih 13 tahun, semestinya kepergian Dul harus sepengawasan orangtua.

Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, menilai aparat penegak hukum perlu menyelidiki hal tersebut. Bambang mengatakan, polisi perlu mendengar keterangan dari orangtua, dalam hal ini Ahmad Dhani, bahkan hingga mengarah ke penyelidikan mengenai tanggung jawab dan pengawasan Ahmad Dani terhadap putranya tersebut.

"Itu harus diusut. Artinya, jangan kemudian pernyataan dari orangtua tidak mengizinkan terus dipercayai begitu saja. Itu harus diselidiki," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/9/2013) pagi.

Ia menilai, lepasnya pengawasan dari orangtua terlihat bagaimana Dul dapat keluar dari rumah dengan membawa kendaraan sendiri. Terlebih lagi, putra Ahmad Dhani itu bepergian dengan kendaraan pada malam hari.

"Pergi malam hari, jelas itu lepas dari kewajiban orangtua untuk mengawasi. Kemudian mengapa sampai dia bisa setir?" ujar Bambang.

Bambang menyatakan, meski Dul masih di bawah umur, proses hukum terhadapnya harus tetap berjalan. Terlebih lagi, dalam kasus ini diduga ada unsur kelalaian yang mengakibatkan kematian sehingga termasuk dalam pelanggaran pidana.

Menurut Bambang, ada perlakuan berbeda yang akan dilalui seorang anak yang masih di bawah umur, dalam proses hukum tersebut. Dalam penyidikan kepolisian, pemeriksaan terhadap anak di bawah umur mesti dilakukan oleh polisi wanita yang tidak menggunakan seragam.

Apabila masuk ke ranah persidangan, Bambang mengatakan, baik hakim maupun pengacara yang hadir tidak perlu mewujudkan simbol hukum, misalnya tidak mengenakan atribut toga saat proses persidangan berlangsung. "Kemudian untuk putusan hukum, bisa saja dia dibina oleh negara di tempat rehabilitasi anak atau bisa dikembalikan ke orangtua," ujarnya.

Namun, mengenai putusan hukum, hal itu menurutnya mesti dilihat dari besar kecilnya pelanggaran yang dilakukan seseorang. Apabila pengadilan memutuskan untuk menahan seorang di bawah umur, maka terpidana tidak boleh dicampur dengan tahanan dewasa.

Mobil Mitsubishi Lancer yang dikemudikan putra ketiga musisi Ahmad Dhani itu mengalami kecelakaan di ruas tol Jagorawi Km 8+200, Minggu (8/9/2013) dini hari. Mobil tersebut menabrak dua minibus.

Lancer bernomor polisi B 80 LAS tersebut melaju dari arah Bogor menuju Jakarta dan kehilangan kendali sehingga menabrak pagar pembatas dan berpindah jalur ke arah Jakarta menuju Bogor. Mobil itu menabrak Daihatsu Gran Max, kemudian menabrak mobil Toyota Avanza.

Kecelakaan maut tersebut menewaskan enam orang penumpang Grand Max, yaitu Agus Surahman (31), Agus Wahyudi Hartono (40), Rizki Aditya Santoso (20), Komaruddin (42), Nurmansyah, dan Agus Komara (45). Korban luka berat berjumlah sembilan orang, yaitu Ahmad Abdul Qodir Jaelani, Zulheri (44), Abdul Qodir Mufti (17), Robi Anjar, Roejo Widodo (30), Pardumuan Sinaga (35), Noval Samudra (14), Nugroho Brury Laksono (34), dan Wahyudi (35). Korban luka saat ini dirawat di RS Meilia Cibubur dan RS Mitra Keluarga Cibubur.

Meski Dul masih remaja, polisi menyatakan bahwa dia dapat dikenakan hukuman pidana. "Pengemudi Lancer nantinya bisa dikenakan Pasal 310 UU Lalu Lintas. Ancaman hukumannya enam tahun penjara," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (8/9/2013).

Rikwanto menjelaskan bahwa kelalaian pengemudi akan terlihat dari hasil olah TKP. Dari olah TKP juga akan diketahui penyebab pengemudi lepas kendali.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional

Close Ads X