Kompas.com - 09/09/2013, 17:30 WIB
Cahyono (61) sedang memproduksi tempe pada hari Kamis, (5/9/2013). Mulai hari Jumat, (6/9/2013)  para pengerajin tempe sudah mulai melakukan aksi mogok, sedangkan untuk para pengerajin tahu mulai melakukan aksi mogok pada hari Minggu, (8/9/2013). KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariCahyono (61) sedang memproduksi tempe pada hari Kamis, (5/9/2013). Mulai hari Jumat, (6/9/2013) para pengerajin tempe sudah mulai melakukan aksi mogok, sedangkan untuk para pengerajin tahu mulai melakukan aksi mogok pada hari Minggu, (8/9/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Bidang Usaha Primer Koperasi Pengrajin Tempe Tahu (Primkopti) Jakarta Pusat Slamet Riyadi menegaskan, tidak ada aksi buang kedelai ataupun demo untuk meminta pemerintah menstabilkan harga kacang kedelai. Aksi mogok hari ini hanya sebatas mogok produksi.

Slamet mengatakan, surat yang dikeluarkan oleh Gabungan Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) kepada perajin tahu tempat tidak mencantumkan adanya aksi demonstrasi. Selain itu, tidak ada imbauan membuang kacang kedelai, seperti yang dilakukan sejumlah pedagang pada aksi mogok tahun lalu.

"Kemarin itu yang buang-buang kacang kedelai hanya ingin nyari sensasi. Dari kami jelas, hanya mogok produsi. Jadi, saya tegaskan sekali lagi tidak ada aksi demonstrasi, apalagi sampai membuang, menginjak, atau menghancurkan bahan produksi," kata Slamet di Pasar Gondangdia, Senin (9/9/2013).

Selain itu, lanjut Slamet, walaupun sedang melakukan aksi mogok produksi, Primkopti tidak akan melakukan razia ke sentra-sentra produksi tahu dan tempe. Ia khawatir aksi razia hanya akan menimbulkan tindakan anarkistis.

"Perajin hanya mogok. Tidak ada sweeping, hanya saling mengingatkan saja. Kalau sweeping nanti anarkis. Kalau demo repot, capek," kata Slamet.

Para perajin tahu tempe di seluruh Indonesia melakukan aksi mogok produksi mulai hari ini sampai Rabu (11/9/2013). Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap tingginya harga kacang kedelai yang pada saat ini sudah menyentuh level Rp 9.700 per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Menyoal Formula-E Rasa Pinjol

Megapolitan
Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Seorang Tahanan Coba Kabur dari Polda Metro Jaya, Mengaku Hendak Hadiri Pernikahan Saudara

Megapolitan
Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Kawasan Kota Tua Tak Tak Jadi Dibuka untuk Olahraga, Masih Menunggu QR Code PeduliLindungi

Megapolitan
Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Jokowi hingga Anies Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Sebuah Kemenangan Warga Negara

Megapolitan
Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Disidak, Bioskop CGV Grand Indonesia Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Megapolitan
Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.