Kompas.com - 10/09/2013, 12:36 WIB
Musisi Ahmad Dhani (dua dari kanan) mengunjungi kediaman almarhum Nurmansyah (31) di Jalan Gudang Laut, Rawabadak Selatan, Jakarta Utara. Nurmansyah merupakan salah satu korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan anak Ahmad Dhani, AQJ atau Dul, di jalan tol Jagorawi, Minggu (9/9/2013) dini hari. KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIMusisi Ahmad Dhani (dua dari kanan) mengunjungi kediaman almarhum Nurmansyah (31) di Jalan Gudang Laut, Rawabadak Selatan, Jakarta Utara. Nurmansyah merupakan salah satu korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan anak Ahmad Dhani, AQJ atau Dul, di jalan tol Jagorawi, Minggu (9/9/2013) dini hari.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Nugroho Brury Laksono (34) mengalami luka parah akibat kecelakaan yang melibatkan Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikendarai Dul. Keluarga meminta Ahmad Dhani menanggung pembiayaan berobat Nugroho hingga sembuh total.

"Penginnya dari pihak kami (keluarga istri) agar Nugroho dibiayain sampai sembuh," ujar Yatini, mertua Nugroho, saat ditemui Kompas.com di Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Cikarang, Selasa (10/9/2013).

Tidak hanya itu, Ahmad Dhani juga harus membiayai ketiga anaknya yang masih di bawah umur. Mereka adalah Muhamad Ibra Laksono (7), Nazla Laksono (3), dan Raziq Laksono (13 bulan), buah hati Nugroho dengan Sri Haryati (34).

"Anaknya harus ditanggung biaya hidupnya, sebelum dia bisa kerja. Kalau dia sakit enggak bisa kerja, siapa yang ngebiayain ketiga anaknya," tuturnya.

Ia mengatakan, menantunya yang bekerja menjadi sopir di PT Trac masih terbaring di Rumah Sakit Mitra Cibubur, pasca-kecelakaan di Tol Jagorawi.

"Tadi pagi istrinya Oho (panggilan akrab Nugroho) telepon, jari tangannya ada yang patah, tulang kaki kirinya retak, juga hidungnya retak. Saya sedih dengernya," imbuh Yatini.

Ia juga mengungkapkan, saat ini menantunya belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga. "Bibirnya agak sobek, terus matanya belum bisa melek. Sudah di-rontgen tapi belum tahu hasilnya seperti apa," ucap Yatini.

Ia mengaku sudah dua hari tidak bertemu menantunya, dan belum lihat jelas kondisi yang dialami sekarang. Ayah mertua Nugroho, Syafruddin Syagaf (63), juga meminta pertanggungjawaban kepada Ahmad Dhani dan tetap melanjutkannya sesuai proses hukum yang berlaku.

"Harus bertanggung jawab. Dia (AQJ alias Dul) sudah melanggar hukum, tidak punya SIM, dan masih di bawah umur. Walapun ada Komisi Perlindungan Anak, hukum harus ditegakkan," kata Syafruddin.

Ia juga menambahkan tetap menerima terhadap musibah yang menimpa keluarganya. "Namanya musibah harus diterima. Semoga di balik musibah ada hikmahnya, dan saya berharap dengan ditegakkannya hukum, jangan sampai terulang kejadian serupa di kemudian hari," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X