Karangan Bunga Caleg DPR Hiasi Rumah Korban Tabrakan Jagorawi

Kompas.com - 10/09/2013, 13:13 WIB
Sebuah karangan buka dipasang di depan kediaman rumah kakak ipar, Agus Surahman (31), Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2013). Agus adalah korban tewas kecelakaan maut di tol Jagorawi Km 8 200, Minggu (8/9/2013) dini hari.
Kompas.com/Ummi Hadyah SalehSebuah karangan buka dipasang di depan kediaman rumah kakak ipar, Agus Surahman (31), Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2013). Agus adalah korban tewas kecelakaan maut di tol Jagorawi Km 8 200, Minggu (8/9/2013) dini hari.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah suasana duka di kediaman Komarudin (42), salah seorang korban tewas dalam kecelakaan maut di Km 8+200 Tol Jagorawi, Jakarta Timur, terdapat karangan bunga dari calon anggota legislatif DPR RI. Keluarga korban tidak mengenal nama caleg pada karangan bunga itu.

Pantauan Kompas.com, karangan bunga kertas itu tampak diletakkan di kediaman Komarudin, Jalan Lorong O Gg V, Koja, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2013). Karangan bunga serupa juga ditempatkan di kediaman kakak ipar Agus Surahman (31), korban tewas lainnya, di Rorotan, Jakarta Utara.

Di kedua karangan bunga itu, tertulis ucapan belasungkawa dan nama masing-masing korban. Di bawahnya, terdapat tulisan "4 Muhamad Idrus ST, Caleg PKS DPR-RI Dapil DKI-Jakarta 3". Dapil 3 merupakan daerah pemilihan Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu.

Ketika wartawan menanyakan hubungan antara caleg dan keluarga korban, keluarga maupun kerabat korban mengaku tidak mengenal sosok caleg tersebut. "Tidak tahu saya juga tidak kenal, Komar juga tidak ikut dalam partai-partai," ujar Achmad S Pakaya (72), mertua Komarudin, kepada Kompas.com, Selasa siang.

Hal senada juga diungkapkan oleh kerabat korban, Roni Berlian. Roni pun tidak mengenal sosok caleg yang memberikan karangan bunga tersebut. Selain karangan bunga dari caleg itu, terdapat pula karangan bunga dari sejumlah perusahaan.

Komar dan Agus merupakan dua dari enam korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan anak musisi Ahmad Dhani, AQJ atau Dul. Mobil sedan Mitsubishi Lancer EX yang dikemudikan Dul mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi, Minggu (8/9/2013) dini hari. Mobil tersebut menabrak dua minibus.

Lancer bernomor polisi B 80 SAL tersebut melaju dari arah Bogor menuju Jakarta dan kehilangan kendali sehingga menabrak pagar pembatas dan berpindah jalur ke arah Jakarta menuju Bogor.  Dari arah berlawanan, mobil yang dikendarai Dul menghantam mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TFM serta melibatkan Avanza B 1882, yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor. Dalam peristiwa tersebut, enam orang meninggal dunia dan sebelas orang luka-luka.

Enam orang penumpang Grand Max, yaitu Agus Surahman (31), Agus Wahyudi Hartono (40), Rizki Aditya Santoso (20), Komaruddin (42), Nurmansyah, dan Agus Komara (45) tewas. Sementara korban luka berat berjumlah sembilan orang, yaitu Dul (13), Zulheri (44), Abdul Qodir Mufti (17), Robi Anjar, Roejo Widodo (30), Pardumuan Sinaga (35), Noval Samudra (14), Nugroho Brury Laksono (34), dan Wahyudi (35). Korban luka saat ini dirawat di RS Meilia Cibubur dan RS Mitra Keluarga Cibubur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Megapolitan
Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Megapolitan
Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Kasus Covid-19 Ditemukan di 16 Sekolah, Wagub: DKI Masih Penuhi Syarat Gelar PTM

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Program Anies Cuma Bagus di Kata-kata

Ketua DPRD DKI: Program Anies Cuma Bagus di Kata-kata

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Wagub DKI Jakarta: Sampai Hari ini Belum Ada Kasus Omicron di Sekolah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Terjerat Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Pemprov DKI Enggan Setop PTM 100 Persen, KPAI: Keselamatan Anak Jangan Diukur Pakai Statistik

Megapolitan
Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Sindir Giring lewat Nidji, Gaya Komunikasi Politik Anies Dinilai Mirip Jokowi

Megapolitan
Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Kronologi Rentenir Tewas di Tangan Nasabah: Adu Mulut, Keluarkan Senjata Tajam, lalu Baku Hantam

Megapolitan
Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.