Kompas.com - 10/09/2013, 16:12 WIB
Petugas memasang sambungan baru kabel listrik PLN sebuah perkantoran di Jalan Budikemulyaan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013). Padatnya sambungan kabel listrik di sejumlah kawasan di Jakarta bisa beresiko terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik. KOMPAS / WAWAN H PRABOWOPetugas memasang sambungan baru kabel listrik PLN sebuah perkantoran di Jalan Budikemulyaan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013). Padatnya sambungan kabel listrik di sejumlah kawasan di Jakarta bisa beresiko terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan Pemprov DKI tak akan menata ulang instalasi listrik pasca-kebakaran di sejumlah kawasan kampung kumuh di Jakarta.

Alasan Basuki sederhana. Menurutnya, kebanyakan kawasan kumuh itu merupakan kawasan ilegal yang berdiri di atas lahan negara. Rata-rata warganya tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB). "Enggak bisalah ya karena mereka di daerah-daerah permukiman terlarang," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Namun bila kawasan itu merupakan daerah yang sesuai dengan peruntukannya, maka Pemprov DKI akan membantu merombaknya sejalan dengan program penataan kampung atau bedah kampung. Oleh karena itu, Pemprov DKI terus mendorong warga yang menetap di daerah ilegal untuk segera menetap di rumah susun.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, ia mengatakan bahwa hampir semua peristiwa kebakaran disebabkan korsleting listrik. Hal itulah yang kemudian menyebabkan listrik menjadi mudah panas dan terbakar. Inilah yang kemudian memicu banyak kebakaran di kawasan padat dan kumuh di Jakarta. 

Basuki menegaskan jika di kawasan kumuh itu terjadi kebakaran, Pemprov DKI akan memberikan surat edaran kepada warga agar tidak membangun kembali permukiman di wilayah tersebut. Jika tetap membandel, maka Pemprov DKI tak akan segan-segan membongkarnya.

Sementara itu, apabila kawasan itu memiliki surat tanah yang jelas, maka pihaknya akan melakukan penataan kampung melalui kampung deret.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Subejo mengatakan, buruknya tata instalasi listrik di kawasan padat penduduk menjadi faktor penyebab terjadinya kebakaran.

"Perawatan dan pengamanan sangat kurang. Mereka alasannya enggak punya duit," kata Subejo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerapan Prokes di Jakarta Mulai Kendur, Wagub DKI: Tindak Siapa Pun yang Melanggar

Penerapan Prokes di Jakarta Mulai Kendur, Wagub DKI: Tindak Siapa Pun yang Melanggar

Megapolitan
Polsek Tanjung Duren Amankan 1.847 Butir Pil Ekstasi Berlogo Superman

Polsek Tanjung Duren Amankan 1.847 Butir Pil Ekstasi Berlogo Superman

Megapolitan
Wali Kota Jakut Minta Masyarakat Tak Pakai Calo Urus Pelayanan Publik

Wali Kota Jakut Minta Masyarakat Tak Pakai Calo Urus Pelayanan Publik

Megapolitan
Kedapatan Bawa 17 Kilogram Ganja, Seorang Kurir Narkoba Ditangkap Polres Depok

Kedapatan Bawa 17 Kilogram Ganja, Seorang Kurir Narkoba Ditangkap Polres Depok

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Prapanca Jaksel, Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil, 3 Pemotor Luka-luka

Kecelakaan Beruntun di Prapanca Jaksel, Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil, 3 Pemotor Luka-luka

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangsel Masih Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangsel Masih Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Megapolitan
PM Singapura Berkunjung ke Indonesia, Menhan Prabowo: Kita Perlu Persahabatan yang Baik dengan Tetangga

PM Singapura Berkunjung ke Indonesia, Menhan Prabowo: Kita Perlu Persahabatan yang Baik dengan Tetangga

Megapolitan
Gandeng 26 Komunitas Balap Motor, Polres Metro Bekasi Siap Gelar Street Race Februari

Gandeng 26 Komunitas Balap Motor, Polres Metro Bekasi Siap Gelar Street Race Februari

Megapolitan
Wagub Ariza: BOR di DKI Jakarta Naik 38 Persen, ICU 13 Persen

Wagub Ariza: BOR di DKI Jakarta Naik 38 Persen, ICU 13 Persen

Megapolitan
Saksi Sebut Anggota FPI Ikut Baiat ISIS Hanya karena Lihat Atribut, Kubu Munarman Keberatan

Saksi Sebut Anggota FPI Ikut Baiat ISIS Hanya karena Lihat Atribut, Kubu Munarman Keberatan

Megapolitan
Begal Makin Meresahkan di Kota Bekasi, Polisi: Hindari Tempat Gelap

Begal Makin Meresahkan di Kota Bekasi, Polisi: Hindari Tempat Gelap

Megapolitan
Diduga Tersasar karena Peta Digital, Kakek Kayuh Sepeda Masuk Tol Sedyatmo

Diduga Tersasar karena Peta Digital, Kakek Kayuh Sepeda Masuk Tol Sedyatmo

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal asal Didampingi Orangtua

PPKM Level 2 Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal asal Didampingi Orangtua

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Batuk Flu, tapi...

Wagub DKI Sebut Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Batuk Flu, tapi...

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun Terjadi di Flyover Jatibaru Tanah Abang

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Flyover Jatibaru Tanah Abang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.