Kompas.com - 12/09/2013, 13:20 WIB
Para pelamar kerja mengantre untuk mengajukan permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di kantor Polres Jakarta Timur, Kamis (5/9/2013). Permohonan SKCK melonjak seiring dibukanya lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPara pelamar kerja mengantre untuk mengajukan permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di kantor Polres Jakarta Timur, Kamis (5/9/2013). Permohonan SKCK melonjak seiring dibukanya lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI Jakarta telah resmi dibuka mulai 4 September 2013. Hingga Kamis (12/9/2013) pagi, jumlah pelamar CPNS DKI telah mencapai 45.013 pelamar.

Anggota Tim Pelaksana Pengadaan CPNS DKI Tahun 2013, Dandy Delendra, mengatakan, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran. "Hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi, sudah sebanyak 45.013 jumlah pendaftar yang masuk," kata Dandy di Balaikota Jakarta, Kamis.

Setelah lolos regristasi online, pelamar akan mengikuti proses selanjutnya dengan melampirkan persyaratan, seperti ijazah, transkrip nilai, KTP, dan nilai TOEFL minimal 400. Jika lolos verifikasi, peserta ujian CPNS akan mengikuti uji kompetensi dan uji pengetahuan umum secara digital melalui perangkat komputer. Tahapan tes akan diinformasikan lebih lanjut.

Pemprov DKI akan menggunakan sekolah-sekolah di Jakarta untuk pelaksanaan ujian CPNS. Dandy menjelaskan, posisi teknis merupakan posisi yang paling banyak diminati. Hingga pagi ini, ada 18.341 pelamar yang mengajukan lamaran untuk 559 formasi teknis yang disediakan. Peminat posisi pendidikan mencapai 4.862 pelamar untuk 303 posisi yang disediakan. Adapun peminat posisi kesehatan hingga pagi ini mencapai 9.300 pelamar dengan jumlah formasi yang disediakan 530 posisi. Pelamar posisi administrasi umum sebanyak 12.039 pelamar dari 113 posisi yang disediakan. "Sepuluh posisi formasi atlet berprestasi telah didaftar oleh 471 pelamar," kata Dandy.

Pemprov DKI mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mengalokasikan 20 persen untuk tenaga pendidik, 35 persen untuk tenaga kesehatan, dan 45 persen untuk tenaga teknis (tata kota, planologi, arsitektur), serta umum (sosial, politik, dan budaya). Tenaga pendidik akan dikhususkan untuk menjadi tenaga pengajar siswa sekolah dasar (SD).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Berizin, Sebuah Gudang di Tangsel Disegel

Tak Berizin, Sebuah Gudang di Tangsel Disegel

Megapolitan
Polres Jakarta Selatan Buka 31 Gerai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Polres Jakarta Selatan Buka 31 Gerai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Megapolitan
Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Megapolitan
Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
Sindir Anies 'Kerja Senyap' Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Sindir Anies "Kerja Senyap" Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.